KALTIMPOST.ID-Sebuah peristiwa viral di media sosial tentang seorang pria di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan yang marah-marah terhadap pemilik bengkel.
Itu lantaran biaya servis motornya dikenakan Rp 20 juta.
Pria tersebut tampak marah-marah di hadapan Hj Tuti, sang pemilik bengkel. Tidak hanya warga, aparat kepolisian juga mendampingi dan mengawasi.
"Motor begini di toko orang beli Rp 25 juta. Ibu tadi bilang juga bensin juga penuh, tapi jalan sebentar sudah mogok," katanya.
Berdasarkan penelusuran di media sosial, keributan itu bermula dari sang pria berencana membeli motor bekas di Bengkel Hj Tuti, namun niat tersebut urung terlaksana karena keterbatasan dana.
Sebagai alternatif, pihak bengkel menawarkan untuk memperbaiki motor Honda Blade miliknya yang hanya menyisakan rangka dan mesin.
Proses perbaikan tersebut memakan biaya sebesar Rp12,49 juta, mencakup pemasangan bodi dan berbagai aksesoris.
Namun tak lama setelahnya, motor mengalami kerusakan pada bagian baut dan lampu.
Di sinilah muncul klaim bahwa total biaya servis bisa mencapai Rp20 juta, yang kemudian memicu perdebatan di kalangan masyarakat.
Situasi semakin rumit ketika motor kembali mengalami kerusakan hanya setelah digunakan sejauh 100 meter.
Konsumen merasa kecewa karena hasil perbaikan dinilai tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan.
Akhirnya, kedua pihak mencapai kesepakatan damai. Pemilik bengkel bersedia mengembalikan Rp5 juta dan melakukan perbaikan ulang terhadap motor yang bermasalah.
Sementara itu, video viral ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sebagian memperkirakan mahalnya biaya service dikarekan harga suku cadang yang mahal.
"Ongkos onderdil di sana pasti mahal, semua naik pesawat supaya sampai di bengkel itu. Ditambah biaya tukang servisnya," tulis @daniellsinaga_ dalam komentar video yang diunggah Heraloebss di X.