Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kongres Asprov PSSI Kaltim 2025: Sorotan Tajam KONI Soal Masalah Sepak Bola Amatir

Nasya Rahaya • Minggu, 30 November 2025 | 21:00 WIB

Wakil Ketua I KONI Kaltim Ego Arifin.
Wakil Ketua I KONI Kaltim Ego Arifin.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Dinamika sepak bola Kalimantan Timur kembali menghangat. Sebuah forum penting digelar untuk menimbang ulang fondasi kompetisi, sekaligus merumuskan arah baru pembinaan di tingkat daerah.

Pertemuan itu menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, dari pejabat daerah hingga pengurus sepak bola, yang ingin memastikan arah sepak bola Benua Etam tetap berada di jalur yang benar. Dalam forum inilah berbagai isu lama kembali mencuat dan meminta penyelesaian.

Baca Juga: Atlet Balikpapan Kembali Perkuat Timnas Hoki di SEA Games Thailand

Asprov PSSI Kalimantan Timur menggelar Kongres Tahunan di Hotel Royal Park Samarinda, Sabtu (29/11/2025). Agenda dimulai dengan evaluasi program kerja, pembahasan statuta, hingga kebutuhan mendesak untuk membenahi sepak bola amatir.

Pada pertengahan forum, perhatian peserta mengarah kepada Wakil Ketua I KONI Kaltim, Ego Arifin, yang membuka kegiatan sekaligus menekankan perlunya pembaruan statuta. Menurutnya, penyelarasan aturan dengan perkembangan sepak bola nasional sudah tak bisa ditunda.

“Statuta harus disesuaikan dengan perkembangan. Nanti akan dijelaskan oleh narasumber dari PSSI pusat. Yang paling penting tentu membahas program kerja,” ucap Ego.

Ia menekankan posisi istimewa sepak bola di mata publik. Jika cabang olahraga lain kalah, masyarakat masih bisa menerima. Namun jika sepak bola tumbang, seluruh daerah ikut terbawa suasana.

“Sepak bola ini milik kita semua. Kalau kalah, rasanya seluruh Kaltim ikut kalah. Begitu besar tanggung jawabnya,” ujarnya.

Ego mengapresiasi performa sektor profesional, terutama Borneo FC yang konsisten bersaing di papan atas Liga 1. Namun ia mengingatkan bahwa pembenahan sepak bola amatir harus berjalan seiring.

Dalam sesi penguatan evaluasi, Ego menyinggung pengalaman tim sepak bola putri Kaltim pada PON 2024 di Sumut–Aceh. Walau tampil mengesankan saat try out, tim justru tersisih cepat di putaran utama.

“Setelah dianalisis, ternyata ada ‘tim di dalam tim’. Ada pemain mengatur pelatih. Ini kenyataan. Hal-hal seperti ini harus dibereskan,” tegasnya.

Ia meminta PSSI Kaltim membedah akar persoalan, mulai dari kualitas atlet, peran pelatih, hingga tata kelola tim. Ego juga mengingatkan bahwa 2026 akan menjadi tahun besar bagi Kaltim karena Kabupaten Paser ditetapkan sebagai tuan rumah Porprov.

Sebelum itu, babak kualifikasi (BK) Porprov harus digelar akhir tahun ini. “BK ini penting agar jelas siapa atlet yang benar-benar membela daerahnya. Supaya tidak ada lagi isu pindah-pindah atlet saat multi-event,” katanya.

Isu berikutnya menyangkut kapasitas pelatih, khususnya dalam penguatan fisik. Ego menyebut banyak pelatih lokal masih meremehkan peran pelatih fisik, padahal standar olahraga modern sudah menuntut keseimbangan antara fisik, teknik, dan taktik.

“Zaman sekarang tidak bisa lagi begitu. Harus berbasis iptek. Fisik, teknik, taktik harus seimbang,” ujarnya.

Baca Juga: Misi Balas Dendam Sukses, Nasya Aqila Nafasatul Huda Boyong Enam Emas di Popda PPU

KONI Kaltim, lanjutnya, telah melatih sekitar 700 pelatih fisik level nasional di seluruh kabupaten/kota. Ia mendorong Asprov PSSI memaksimalkan peluang ini untuk meningkatkan kualitas pembinaan.

Menutup kongres, Ego menyampaikan harapannya agar keputusan yang dihasilkan menjadi pijakan menuju prestasi lebih baik di PON 2028.

“BK PON digelar 2027. Kita berharap Kaltim kembali berjaya seperti 2012. Semoga program yang diputuskan hari ini benar-benar dijalankan,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#KONI kaltim #Asprov PSSI Kaltim #BK Porprov 2025 #kongres #sepak bola amatir