Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Profil Hilmi Gymnastiar: Pemain Putra Jaya yang "Kungfu Brutal" Lawan, Kini Dipecat dan Larangan Seumur Hidup

Almasrifah • Kamis, 8 Januari 2026 | 11:40 WIB

Pemain Putra Jaya Pasuruan tendang keras Firman Nugraha, pemain Perseta 1970.
Pemain Putra Jaya Pasuruan tendang keras Firman Nugraha, pemain Perseta 1970.
KALTIMPOST.ID, Sepak bola Indonesia kembali tercoreng oleh aksi tidak sportif yang terjadi di kompetisi Liga 4 Jawa Timur antara Putra Jaya vs Perseta 1970.

Pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gymnastiar menendang keras pemain lawan hingga tersungkur ke tanah karena tulang rusuk retak.

Peristiwa tersebut terjadi dalam laga babak 32 besar Grup CC Liga 4 PSSI antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026).

Pada menit ke-71, Putra Jaya tertinggal jauh, mengejutkannya tendangan Kungfu Hilmi Gymnastiar melayangkan ke arah dada Firman Nugraha Ardiansyah, pemain Perseta 1970.

Dari tayangan ulang pertandingan, aksi tersebut terlihat tidak disertai upaya merebut bola. Firman langsung terjatuh dan terkapar di lapangan.

Tim medis segera memberikan pertolongan sebelum sang pemain ditandu keluar menggunakan ambulans menuju RSUD Bangkalan.

Akibat insiden tersebut, Firman mengalami retak tulang rusuk, sempat mengeluhkan sesak napas, dan masih menjalani perawatan intensif.

Pertandingan antara Perseta 1970vs Putra Jaya berakhir dengan skor telak 7-2, dengan kemenangan direbut oleh Perseta 1970 Tulungagung.

Profil Hilmi Gymnastiar

Muhammad Hilmi Gymnastiar lahir di Pasuruan pada 15 Maret 2005. Ia merupakan pemain lokal yang memperkuat PS Putra Jaya Pasuruan di Liga 4 Jawa Timur.

Hilmi dikenal bermain sebagai pemain bertahan, meski dalam beberapa kesempatan juga diplot sebagai gelandang, dan tercatat mengenakan nomor punggung 23.

Sebelum insiden di Bangkalan, nama Hilmi tidak banyak terekspos ke publik sepak bola nasional. Kariernya berjalan di level kompetisi daerah dan minim sorotan.

Sanksi Dilarang Main Sepak Bola Seumur Hidup

Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi tegas berupa larangan beraktivitas di sepak bola profesional seumur hidup kepada Muhammad Hilmi Gymnastiar.

Keputusan ini diambil setelah Komdis melakukan pendalaman terhadap laporan perangkat pertandingan dan rekaman video insiden tersebut.

Dalam pertimbangannya, Komdis PSSI Jawa Timur menilai tindakan Hilmi masuk dalam kategori pelanggaran berat karena mengandung unsur kekerasan yang disengaja.

Tendangan yang mengarah langsung ke dada pemain lawan dinilai berpotensi menimbulkan cedera serius hingga cacat permanen.

Sanksi tersebut tertuang dalam surat resmi Komdis PSSI Jawa Timur yang diterbitkan pada Rabu, 7 Januari 2026, dan telah diterima oleh pihak klub.

Dipecat dari PS Putra Jaya Pasuruan

Sebelum sanksi federasi diumumkan, manajemen PS Putra Jaya Pasuruan telah lebih dulu mengambil tindakan dengan memberhentikan Muhammad Hilmi Gymnastiar dari tim.

Keputusan Hilmi Gymnastiar dipecat tersebut tertuang dalam surat keterangan resmi bernomor PSPJ/02/05-01-2026.

Selain memecat Hilmi, manajemen klub turut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Perseta 1970 Tulungagung dan seluruh pecinta sepak bola.

Kasus Berpotensi ke Ranah Hukum

Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi, menyatakan pihaknya mempertimbangkan membawa kasus ini ke jalur hukum.

Langkah tersebut diambil menyusul kondisi Firman Nugraha yang mengalami cedera serius akibat insiden tersebut.

Rudi berharap persoalan ini tidak hanya berhenti pada sanksi disiplin sepak bola, tetapi juga dapat memberikan efek jera secara hukum agar kejadian serupa tidak kembali terulang di sepak bola nasional. (*)

Editor : Almasrifah
#firman nugraha #Hilmi Gymnastiar dipecat #Putra Jaya vs Perseta 1970 #putra jaya pasuruan #profil Kungfu Hilmi Gymnastiar #liga 4 #tendangan Kungfu Hilmi Gymnastiar #Hilmi Gymnastiar #Perseta 1970 vs Putra Jaya