KALTIMPOST.ID, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) akan menjadi saksi bisu perjuangan Persebaya Surabaya dalam laga krusial pekan ke-17 BRI Super League, Sabtu (10/1).
Namun, di balik persiapan teknis, ada beban sejarah yang membayangi tim berjuluk Bajul Ijo ini.
Pelatih anyar Persebaya, Bernardo Tavares, secara jujur mengakui bahwa laga melawan Malut United bukan sekadar pertandingan biasa. Ia menyebut lawan mereka kali ini sebagai kesebelasan yang sangat sulit ditaklukkan.
Tavares menyoroti bahwa kekuatan sang lawan tidak hanya mengandalkan talenta asing, tetapi juga kematangan para pemain lokal yang punya jam terbang tinggi.
Nama-nama besar seperti Tyronne dan Ciro, hingga kecepatan Yakob dan Yance Sayuri, menjadi perhatian khusus sang pelatih.
"Malut United akan menjadi tim yang sulit, karena jika kita menganalisisnya, kita melihat pemain-pemain berpengalaman seperti Tyronne, Ciro, Yakob, Yance, mereka memiliki banyak pemain berpengalaman, mereka juga memiliki pemain lokal yang bagus," ujar Bernardo Tavares seperti dilansir dari Antara.
Satu hal yang membuat laga ini terasa lebih berat adalah rekor pertemuan kedua tim. Sepanjang musim 2024/2025, Persebaya seolah kehilangan taringnya saat bertemu Malut United.
Dari dua pertemuan terakhir, Persebaya menelan kekalahan 0-2 dan hanya mampu bermain imbang tanpa gol.
Baca Juga: Dalberto Comeback, Siap Berjuang untuk Tune-in dengan Arema FC, Hadapi Persiapan Singkat
Tavares pun meminta anak asuhnya untuk tetap membumi dan menyadari posisi mereka yang kali ini tidak diunggulkan.
"Kita harus rendah hati dan melihat bahwa sekarang kita akan bermain melawan Malut United. Persebaya belum pernah menang melawan Malut United. Jadi, mereka sedang dalam kondisi prima. Mereka adalah tim yang paling jarang kalah," ungkap Tavares dkutip dari laman resmi I.League.
Menggantikan posisi Eduardo Perez, Tavares membawa pendekatan yang lebih personal. Baginya, sepak bola bukan hanya soal apa yang terjadi di atas lapangan hijau selama 90 menit, melainkan tentang bagaimana ikatan antar pemain terbentuk di luar lapangan.
Ia menekankan pentingnya memahami karakter personal setiap pemain untuk membangun tim yang solid dan kolektif.
Baca Juga: Persib Disingkat Jadi PBY Diduga Salah Desain, Netizen Ramai-Ramai Tebak Singkatan
"Mencoba melihat karakteristik yang mereka miliki, karena satu hal adalah melihat pertandingan. Hal lain adalah melihat latihan, melihat perilaku di ruang ganti. Saya pikir ini penting karena sepak bola bukanlah permainan individu, melainkan permainan kolektif," tegas Tavares dilansir dari Antara.
Saat ini, Persebaya tertahan di posisi kelima klasemen dengan raihan 25 poin. Kemenangan atas Malut United yang berada satu tingkat di atas mereka (peringkat 4) menjadi harga mati jika ingin memangkas selisih sembilan poin dan menjaga asa di papan atas. ***
Editor : Dwi Puspitarini