KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Persiba Balikpapan harus pasrah bertengger di posisi kedelapan, klasemen sementara Grup B Pegadaian Championship 2025/2026. Pasalnya, mereka gagal memetik poin di markas Persiku Kudus, Minggu (18/1) sore.
Sejatinya, pada laga yang berlangsung di Stadion Wergu Wetan itu, tim Beruang Madu – julukan Persiba – sukses bermain imbang di babak pertama. Bahkan, Persiba berhasil unggul lebih dulu dengan gol yang dicetak Beni Oktovianto di menit 34.
Sayangnya, bek asing Persiba, Kholmotov diganjar kartu merah atas pelanggarannya yang diputuskan lewat hasil VAR. Bermain 10 pemain, malah jadi kesempatan Persiku menyamakan kedudukan di injury time.
Mestinya pertandingan bisa berakhir imbang. Nasib malang menimpa Persiba, setelah gol bunuh diri yang dilakukan kiper Persiba di penghujung laga, memastikan kemenangan bagi kubu Persiku.
Atas hasil tersebut, Asisten Pelatih Persiba Balikpapan Yus Arfandi mengaku hasil itu tidak sesuai harapan tim. Namun, menurutnya para pemain sudah berupaya maksimal menjalankan instruksi pelatih.
“Kami mengapresiasi kerja keras pemain yang sudah berusaha menjalankan instruksi dengan baik. Namun memang masih ada kesalahan-kesalahan sendiri yang harus segera kami benahi,” ujarnya.
Kekalahan itu, kata dia, menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih guna memperbaiki performa Persiba ke depan. Yus juga menyoroti kartu merah yang diterima salah satu pemain Persiba sebagai momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan.
“Bermain dengan 10 orang tentu sangat berpengaruh. Situasi itu membuat kami harus bekerja dua kali lebih keras sepanjang pertandingan,” tambahnya.
Di sisi lain, Abdul Rachman selaku kapten tim mengatakan mereka tetap menunjukkan semangat juang tinggi, meski harus bermain dengan jumlah pemain yang tidak seimbang. Dia menyebut timnya mulai merasakan energi positif sejak kehadiran pelatih baru.
“Kalah 2-1 dengan kondisi 10 pemain jelas tidak mudah. Tapi kami merasakan semangat dan energi baru sejak pelatih baru bergabung. Ini baru awal dan kami yakin ke depan hasilnya bisa lebih positif,” tutupnya. (*)
Editor : Dwi Restu A