KALTIMPOST.ID, Pertandingan PSIM Yogyakarta vs Persebaya Surabaya sore ini bukan sekadar lanjutan pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026.
Duel klasik di Stadion Mandala Krida, Minggu (25/1), menjadi panggung pembuktian dua tim dengan pendekatan yang sangat berbeda.
PSIM datang sebagai tuan rumah dengan stabilitas tim dan kekuatan kolektivitas. Di sisi lain, Persebaya hadir membawa wajah baru setelah perombakan besar-besaran di putaran kedua.
Atmosfer panas dipastikan menyelimuti Mandala Krida, seiring rivalitas panjang dan gengsi besar yang menyertai pertemuan dua klub bersejarah ini.
PSIM Yogyakarta mempersiapkan laga ini dengan serius, terutama dari sisi mental. Setelah kekalahan dari Persija Jakarta, dua pekan persiapan dimanfaatkan untuk membenahi koordinasi lini belakang dan menjaga fokus tim.
Dukungan suporter setia di Mandala Krida diyakini menjadi faktor penting yang bisa memberi dorongan emosional bagi para pemain.
Persebaya Surabaya menjalani fase transisi signifikan jelang laga ini. Enam pemain dilepas, termasuk Dejan Tumbas dan Rizky Dwi Pangestu.
Kepergian Tumbas cukup mengejutkan karena ia selalu tampil dalam sembilan laga terakhir.
Sebagai gantinya, Bajol Ijo mendatangkan Pedro Matos, pemain asing keempat di era Bernardo Tavares. Pedro sebelumnya bermain untuk Semen Padang dan bukan nama asing bagi Tavares.
Masuknya Pedro membuat Persebaya memaksimalkan kuota pemain asing, dengan total sebelas nama tercatat sepanjang musim ini. Langkah ini menegaskan ambisi klub untuk memperbaiki performa di putaran kedua.
Namun, Persebaya juga menghadapi kendala absennya Bruno Moreira dan Francisco Rivera akibat sanksi. Kabar baik datang dari pulihnya Risto Mitrevski dan Koko Ari Araya yang siap dimainkan.
Pelatih Persebaya menekankan pentingnya fokus dan disiplin dalam laga tandang ini.
“Kami harus tampil disiplin, karena PSIM punya semangat luar biasa,” kata Bernardo Tavares.
Persebaya tetap memiliki kekuatan di bawah mistar lewat konsistensi Ernando Ari, yang kembali tampil solid saat menghadapi Persis Solo.
Sementara PSIM lebih mengandalkan kerja sama tim dan kestabilan permainan dibandingkan ketergantungan pada satu pemain.
Perbedaan kondisi kedua tim membuat laga ini sulit diprediksi. PSIM mengincar kemenangan untuk menjaga posisi di peringkat keenam klasemen, sedangkan Persebaya membawa misi balas dendam setelah kekalahan di putaran pertama.
Link Streaming dan Live Score PSIM vs Persebaya
Pertandingan PSIM Yogyakarta vs Persebaya Surabaya disiarkan langsung oleh Indosiar dan dapat disaksikan secara streaming melalui Vidio.
Bagi pembaca yang ingin memantau perkembangan skor secara real time, live score pertandingan ini juga tersedia melalui Flashscore pada tautan berikut:
Klik di sini. ***