KALTIMPOST.ID, Persebaya Surabaya tidak hanya fokus mengejar poin di papan atas Super League 2025/2026.
Jelang laga krusial melawan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026), tim berjuluk Green Force ini membuktikan diri sebagai rahimnya talenta muda berbakat di Indonesia.
Dua nama dari internal klub, Dimas Wicaksono dan Ichsas Baihaqi, resmi tercatat dalam daftar lima debutan termuda di kasta tertinggi sepak bola nasional musim ini.
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa regenerasi di tubuh Persebaya berjalan di jalur yang benar.
Orbitkan Talenta Lokal
Dimas Wicaksono, pemain sayap kanan lulusan PS Pelindo, mencuri perhatian saat menjalani debutnya melawan Bali United pada Agustus tahun lalu di usia 18 tahun 1 bulan.
Tak mau kalah, Ichsas Baihaqi yang merupakan produk PSAL, juga mencatatkan namanya saat melakoni laga perdana kontra Persis Solo di usia 18 tahun 7 bulan.
Keduanya kini bersanding dengan nama-nama muda berbakat lainnya seperti Nazriel Alfaro (Persib), serta duo Borneo FC, Ousmane Camara dan Dika Nurdiansyah.
"Di saat ini kita harus mengetahui rumah yang kita miliki. Akademi, pemain muda, tim utama kita," ujar pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares.
Filosofi 'Emas' dari Akademi
Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, memang dikenal berani memberikan menit bermain bagi pemain yang menunjukkan kerja keras, tanpa memandang usia.
Baginya, pemain muda adalah aset jangka panjang yang memegang identitas klub.
“Jadi kita harus menjaga pemain yang baik dan mencoba menemukan pemain yang baik. Tapi kita juga harus mencari pemain dari akademi kita,” lanjut Bernardo Tavares.
Eksperimen berani ini membuahkan hasil. Selain Dimas dan Ichsas, nama Toni Firmansyah sudah lebih dulu matang dengan catatan lebih dari seribu menit bermain.
Ada juga Sadida Nugraha dari klub internal HBS yang mulai rutin mengisi skema rotasi tim utama.
Tavares percaya bahwa ambisi besar para pemain muda inilah yang akan membentuk mentalitas juara bagi Persebaya ke depannya.
“Ini penting untuk memiliki pemain jangka panjang tapi juga pemain baru dengan ambisi baru yang ingin menunjukkan karena ini adalah emas dari klub yang datang dari akademi. Begitulah cara kita membuat budaya,” tegas Bernardo Tavares. ***
Editor : Dwi Puspitarini