Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jelang Duel Panas di Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya Waspadai Pola Gol Dewa United

Dwi Puspitarini • Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:14 WIB

 

Alex Martins.
Alex Martins.

KALTIMPOST.ID, Persebaya Surabaya menghadapi tantangan besar saat menjamu Dewa United pada pekan ke-19 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026).

Laga ini datang di momen krusial karena tim tamu sedang berada dalam tren performa positif.

Dewa United tampil menanjak dalam beberapa laga terakhir. Tim berjuluk Banten Warriors itu menunjukkan konsistensi hasil, meski pola produktivitas mereka masih sangat bertumpu pada sejumlah pemain kunci. Situasi ini menjadi perhatian serius Persebaya Surabaya jelang duel panas tersebut.

Sepanjang musim ini, seluruh gol Dewa United dicetak oleh enam pemain. Total 22 gol yang dihasilkan tidak datang dari nama lain di luar kelompok tersebut.

 Baca Juga: Dua Pemain Muda Persebaya Masuk Daftar Debutan Termuda Super League, Bukti Nyata 'Local Pride'!

Kondisi ini membuat arah permainan mereka relatif mudah dipetakan, sekaligus menyimpan risiko jika pemain-pemain itu berhasil ditekan.

Alex Martins menjadi figur paling menonjol. Penyerang asal Brasil tersebut telah mengoleksi delapan gol dan kembali menjadi penentu saat Dewa United menang 2-0 atas Arema FC pada pekan ke-18. Ketajamannya membuat lini belakang lawan harus selalu waspada sepanjang laga.

Selain Alex Martins, ada Alexis Messidoro yang berperan penting dari lini kedua. Gelandang kreatif ini telah mencetak enam gol dan kerap muncul di momen tak terduga.

Sementara itu, Stefano Lilipaly dan Taisei Marukawa juga memberi ancaman lewat pergerakan cerdas dan kecepatan dari sisi lapangan.

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menilai tren positif timnya tidak lepas dari mentalitas pemain.

 Baca Juga: Bukan Lagi Striker Murni? Bernardo Tavares Ungkap Rencana Tak Terduga untuk Malik Risaldi di Persebaya

Ia menegaskan sikap di lapangan menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan berat.

“Sejak laga terakhir, kami mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Ini hanya soal waktu hingga kami mendapatkan poin secara konsisten dan kembali ke performa yang seharusnya,” ujar Riekerink, dikutip dari keterangan resminya.

Riekerink juga menyoroti pentingnya mental bertanding dalam menjaga performa timnya.

“Sikap dan mentalitas tim inilah yang membuat kami mampu memenangkan pertandingan. Sekali lagi, ini bukan laga yang mudah, dan saya juga memberikan pujian untuk Arema,” sambung pelatih asal Belanda tersebut.

Meski percaya diri, Riekerink mengakui masih ada pekerjaan rumah di luar aspek teknis, terutama terkait pengembangan kandang mereka.

 Baca Juga: Duh! Lagi On Fire, Persebaya Surabaya Kena Sanksi Komdis PSSI, Kok Bisa?

“Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami. Ini adalah kandang kami dan stadion kami, sehingga kami ingin bisa bermain sesuai identitas tim. Saya berharap ke depan ada perubahan untuk laga-laga selanjutnya,” jelasnya.

Bagi Persebaya Surabaya, laga ini menjadi ujian konsentrasi dan kedewasaan bermain.

Menghadapi tim dengan pola serangan yang relatif terfokus, Green Force dituntut tampil disiplin sejak menit awal hingga akhir.

Jika mampu meredam sumber ancaman utama Dewa United, peluang Persebaya Surabaya untuk mengamankan poin di kandang sendiri terbuka lebar.

Namun dengan kepercayaan diri lawan yang sedang tinggi, pertandingan di Gelora Bung Tomo diprediksi berjalan ketat hingga peluit akhir. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#persebaya #stadion gelora bung tomo #Jan Olde Riekerink #dewa united #Alex Martins #Super League 2025/2026