KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Setelah kekalahannya di kandang Persela Lamongan akhir pekan lalu, Persiba Balikpapan dikabarkan pulang dengan kapal laut. Perjalanan dari Surabaya ke Balikpapan itu pun memakan waktu hingga 30 jam.
Menanggapi hal ini, COO Persiba Balikpapan, Imam Turmudzi berkata bahwa kepulangan tim ke Balikpapan dengan transportasi berbeda, terpaksa dilakukan.
“Mengenai kepulangan tim usai pertandingan melawan Persela Lamongan, pihak manajemen Persiba menyampaikan bahwa perencanaan dan upaya pengaturan perjalanan telah dilakukan sejak jauh hari. Termasuk untuk kebutuhan 31 orang rombongan, bahkan dengan mempertimbangkan opsi kepulangan hingga menunggu 2 April 2026,” katanya.
Akan tetapi, lanjutnya, dalam periode arus balik Lebaran, ketersediaan tiket tidak mencukupi untuk kebutuhan tim. Kursi yang tersedia sangat terbatas dan tersebar di berbagai jadwal penerbangan, sehingga tidak memungkinkan bagi rombongan untuk dibagi dalam beberapa keberangkatan tanpa mengganggu kesiapan tim secara keseluruhan.
Sementara, lanjutnya, berbagai alternatif keberangkatan melalui Semarang, Yogyakarta, hingga Jakarta juga telah diupayakan. Namun tidak dapat direalisasikan dengan kondisi yang sama.
Dengan jadwal pertandingan berikutnya pada 4 April 2026, sambung Imam, tim tidak memiliki banyak pilihan selain menggunakan transportasi laut sebagai satu-satunya opsi untuk kembali.
“Selama perjalanan, seluruh pemain dan ofisial tetap menjaga kondisi fisik dan kebugaran demi kesiapan menghadapi pertandingan selanjutnya,” pungkas dia.
Sementara itu, Persiba diketahui bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jatim, pada Minggu (29/3) pagi. Kemudian tiba di Pelabuhan Semayang, Balikpapan pada Senin (30/3) sore. (*)
Editor : Duito Susanto