SAMARINDA - Gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Samarinda Seri 2 2025–2026 tak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membuka babak baru pembinaan sepak bola putri di Kalimantan Timur.
Head Coach MLSC, Jacksen Ferreira Tiago, memastikan Borneo FC Academy akan membuka kelas khusus putri yang dijadwalkan diluncurkan pada 17 Mei mendatang.
Menurut Jacksen, selama ini belum ada kompetisi maupun sekolah sepak bola (SSB) yang secara khusus mewadahi pemain putri di Samarinda. Kehadiran MLSC dinilainya sebagai momentum penting untuk memulai pembinaan yang lebih terarah.
“Ini kesempatan besar. Setelah terlibat langsung di MLSC, kami berdiskusi dengan manajemen dan memutuskan membuka kelas khusus putri,” ujarnya.
Baca Juga: 642 Siswi Ramaikan MLSC Perdana di Samarinda: Bayan Peduli Bangga Jadi Tuan Rumah
Selain itu, Jacksen telah mengantongi 25 nama siswi yang akan mengikuti program MilkLife Soccer Extra Training. Dari jumlah tersebut akan diseleksi menjadi 16 pemain yang dipersiapkan tampil di MLSC All-Stars 2026 di Kudus, Jawa Tengah, pada 24–28 Juni.
Ia mengakui pembinaan sepak bola putri di Samarinda masih tertinggal dan praktis dimulai dari nol. Karena itu, intensitas latihan akan ditingkatkan dibanding kota lain.
“Kalau di daerah lain mungkin cukup sekali seminggu, di Samarinda harus lebih sering, minimal tiga kali. Kita harus mengejar ketertinggalan dengan kerja lebih keras,” katanya.
Baca Juga: Soal Isu TC Ditiadakan, Ketua KONI Kukar Chairil Anwar: Kita Masih Perjuangkan
Meski demikian, Jacksen melihat potensi besar dari para peserta MLSC Samarinda, terutama dari sisi semangat, keberanian, dan kemauan belajar.
“Modal ini sangat penting. Tinggal bagaimana kita membina secara konsisten,” ucapnya.
Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, menambahkan kehadiran Samarinda sebagai kota baru menjadi langkah strategis untuk memperluas pembinaan sepak bola putri di luar Pulau Jawa. (*)
Editor : Sukri Sikki