BALIKPAPAN – Satu poin dari Stadion Batakan nyatanya bukanlah yang diharapkan oleh PSS Sleman. Pasalnya, duel dengan Persiba Balikpapan itu diharapkan bisa memetik tiga poin penuh.
Terlebih di papan klasemen sementara Grup Timur, pertarungan tim berjuluk Super Elja ini dan Persipura Jayapura semakin ketat. Meski menggeser Persipura dari puncak, kedua tim sama-sama mengantongi 53 poin.
Untuk itu, Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis mengatakan pertandingan terakhir bakal jadi penentuan nasib mereka. “Sebenarnya kami datang ke Balikpapan kan target kita ambil tiga poin, tetapi alhamdulillah masih diberikan satu poin. Jadi laga terakhir akan menentukan nasib kami,” ungkapnya.
Diakuinya, banyak hal yang mesti diperbaiki, terutama dari segi mental pemain. Menurutnya, ada beberapa pemain yang tidak memberikan performa terbaik, sehingga ini menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih.
Bakal menghadapi PSIS Semarang di laga terakhirnya, Ansyari menegaskan jika tim ingin lolos, tentu harus berupaya semaksimal mungkin. Tentunya, seluruh pemain harus menyadari hal itu.
“Kalau mereka mau merayakan kemenangan dan lolos ke Liga 1 ya selalu bermain fokus dan mental petarung harus dikeluarkan dalam pertandingan nanti dalam lawan PSIS,” tegasnya.
Mewakili pemain, Ega Rizky berkata para pemain tetap bersyukur bisa memetik satu poin penting. Walau tak dipungkiri, rasa kecewa juga dirasakan sebab gagal meraih poin penuh.
“Kecewa, iya. Tapi tidak berlarut, kami akan pastikan di laga selanjutnya untuk meraih tiga poin,” tuntasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani