PERSIK Kediri harus menelan pil pahit usai takluk dari Borneo FC, meski tampil dominan sepanjang pertandingan. Tim berjuluk Macan Putih itu dinilai unggul dalam berbagai aspek permainan, namun gagal mengonversi peluang menjadi gol.
Pelatih Persik, Marcos Reina Torres, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia bahkan menyebut timnya tampil lebih baik dibanding lawan.
Ia kecewa dengan hasil tersebut. Seolah masih masih tidak percaya timnya kalah dalam pertandingan ini. “Kami jauh lebih baik daripada Borneo FC. Jadi di satu sisi saya sedih dengan hasilnya, tapi saya sangat bangga dengan para pemain. Saya nilai performa mereka sangat tangguh dalam segala aspek,” ujar Reina.
Baca Juga: Borneo FC Kembali ke Puncak Klasemen, Dandri: Berkat Jalur Langit
Reina menegaskan, perbedaan utama dalam laga ini terletak pada efektivitas di depan gawang. Persik dinilai gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas yang tercipta.
“Kami jelas lebih baik. Namun dalam sepak bola Anda perlu mencetak gol, dan kami tidak mampu melakukannya, dan itulah yang membuat perbedaan. Kami punya kekurangan pada sentuhan terakhir. Sementara Borneo FC bisa memaksimalkan satu peluang menjadi gol. Tapi itulah sepak bola, dan kami harus menerimanya,” lanjutnya.
Baca Juga: Tak Dipanggil Timnas, Komang Teguh: Saat ini Fokus Utama Saya Borneo
Selain menyoroti hasil pertandingan, pelatih asal Spanyol itu juga mengkritisi kepemimpinan wasit. Ia menilai Persik seharusnya mendapat penalti usai terjadi dugaan handsball pemain Borneo FC di kotak terlarang.
“Soal hands ball, saya kira itu pantas dihukum. Tapi wasit punya keputusan lain. Lawan PSM, kami seharusnya juga dapat penalti. Sepertinya Persik tak boleh dapat penalti. Saya sangat lelah, kami sangat lelah dengan wasit yang selalu melakukan hal ini. Sebenarnya saya juga bosan membahas hal yang terus berulang,” tegas Reina. (*)
Editor : Sukri Sikki