SAMARINDA – Langkah Malut United FC memindahkan home base ke Kota Semarang untuk mengarungi Super League 2026/2027 semakin serius. Manajemen klub mulai menjalin komunikasi dengan seluruh elemen sepak bola di Jawa Tengah melalui pertemuan yang digelar di Hotel Grand Candi, Semarang, Selasa (30/6).
Pertemuan itu menjadi ajang "kulonuwun" Malut United kepada masyarakat sepak bola Semarang. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan suporter PSIS Semarang, Panser Biru dan Snex, manajemen PT Mahesa Jenar, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga Plt Wakil Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Khoirul Anwar. Dari kubu Malut United, Presiden Direktur Sofyan Lestaluhu datang bersama jajaran pelatih.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Malut United memaparkan rencana menjadikan Stadion Jatidiri sebagai kandang baru pada musim depan. Kehadiran klub asal Maluku Utara itu pun mendapat respons positif dari berbagai pihak.
Plt Wakil Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah Khoirul Anwar berharap kehadiran Malut United tidak hanya sebatas menggunakan Stadion Jatidiri sebagai markas. Dia ingin klub tersebut turut mengambil peran dalam membangun ekosistem sepak bola Jawa Tengah, terutama lewat pembinaan usia muda dan dukungan terhadap target prestasi sepak bola Jateng pada PON 2028.
Harapan tersebut langsung disambut Presiden Direktur Malut United, Sofyan Lestaluhu. Dia menegaskan pembinaan pemain muda memang menjadi salah satu pilar utama klub. Bahkan, Malut United telah menjalin kerja sama dengan klub raksasa Portugal, S.L. Benfica, untuk mengembangkan akademi usia dini.
"Program ini difokuskan kepada pembinaan anak usia 7 sampai 9 tahun. Nantinya mereka akan masuk ke academy yang memang diprioritaskan bagi anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu," ujar Sofyan.
Tak sekadar mencari rumah baru, Malut United ingin meninggalkan warisan bagi sepak bola Jawa Tengah. Jika proses perpindahan home base berjalan sesuai rencana, klub berjuluk Laskar Kie Raha itu berharap kehadirannya mampu memberi dampak positif, baik dari sisi prestasi maupun pembinaan pemain muda. (riz)
Editor : Muhammad Rizki