Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Energy Football Academy Samarinda Diluncurkan, Fokus Cetak Talenta Sepak Bola Usia Dini untuk Kompetisi Nasional

Nasya Rahaya • Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:08 WIB
EFAS diluncurkan di Stadium Mini Soccer, Gang Widodo, Samarinda, Sabtu (11/7).
EFAS diluncurkan di Stadium Mini Soccer, Gang Widodo, Samarinda, Sabtu (11/7).

KALTIMPOST.ID-Energy Football Academy Samarinda (EFAS) diluncurkan di Stadium Mini Soccer, Gang Widodo, Samarinda, Sabtu (11/7).

Kehadiran akademi ini menambah pilihan pembinaan sepak bola usia dini di Kaltim dengan konsep latihan terstruktur, pelatih berlisensi, serta akses yang lebih terbuka bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.

Peluncuran EFAS ditandai dengan turnamen kelompok umur U-10 dan U-12 yang diikuti 10 sekolah sepak bola (SSB) dari Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Turnamen tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mengukur kemampuan pemain muda sebelum memasuki kompetisi yang lebih tinggi.

Baca Juga: AKBP Haris Kurniawan Jabat Kapolres Kubar, Disambut Proses Adat Tepung Tawar 

Ketua EFAS Rudi Susanto mengatakan pendirian akademi dilatarbelakangi keinginan menghadirkan sistem pembinaan yang lebih terarah sejak usia dini.

Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat di dunia sepak bola tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

“Selama ini banyak SSB, tetapi pembinaan usia dini masih terbatas. Kami ingin mengembangkan bakat anak-anak sejak dini. Yang punya uang maupun yang tidak punya uang harus tetap punya kesempatan bermain,” ujarnya.

EFAS membina pemain berusia 7 hingga 17 tahun. Program latihan disusun lebih intensif dibanding sebagian sekolah sepak bola pada umumnya, yakni empat kali dalam sepekan.

Latihan fisik dijadwalkan setiap Senin dan Rabu, sedangkan latihan teknik, taktik, dan permainan dilaksanakan pada Kamis dan Sabtu.

Untuk mendukung kualitas pembinaan, EFAS diperkuat enam pelatih yang seluruhnya telah memiliki lisensi kepelatihan.

Tim pelatih dipimpin Coach Ali Vamous yang mengantongi lisensi AFC C. Sementara pelatih lainnya memiliki lisensi nasional C dan D, termasuk seorang pelatih khusus penjaga gawang.

“Semua pelatih kami sudah berlisensi, termasuk ada pelatih kiper khusus. Jadi pembinaannya lebih terarah,” kata Rudi.

Baca Juga: Goal Aksis Menang Adu Penalti atas Mojang Priangan, Tantang Cipta Cendikia di Final Hydroplus Soccer League All-Stars U-15

Turnamen peluncuran diikuti lima tim kategori U-10 dan lima tim U-12. Selain peserta dari Samarinda, kompetisi juga diikuti tim asal Tenggarong dan Muara Jawa.

Panitia sebenarnya telah mengundang tim dari Balikpapan, namun keikutsertaan batal karena berbenturan dengan agenda lain.

Ke depan, EFAS berencana menyelenggarakan turnamen dengan skala yang lebih besar apabila dukungan fasilitas dan waktu memungkinkan.

Akademi juga menargetkan menjadi salah satu pusat pembinaan pemain muda di Kaltim.

Selain memperkuat pembinaan, EFAS telah melengkapi aspek legalitas organisasi. Akademi ini telah memiliki akta notaris dan mengakuisisi klub Liga 3 sehingga resmi menjadi anggota Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kaltim.

Status tersebut membuka peluang bagi EFAS mengikuti berbagai kompetisi resmi, termasuk Piala Soeratin U-13 dan U-15 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Dalam persiapan menuju kompetisi tersebut, akademi juga akan membuka seleksi pemain tambahan.

Saat ini EFAS memiliki sekitar 50 pemain aktif, sementara jumlah pendaftar mencapai antara 75 hingga 100 anak. Menariknya, akademi tidak membebankan biaya pendaftaran maupun iuran bulanan.

Orang tua hanya dikenakan biaya pada setiap sesi latihan. Skema tersebut diharapkan memperluas akses pembinaan sehingga semakin banyak talenta muda Samarinda yang berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. (rd)

Editor : Romdani.
#kompetisi nasional #ibu kota nusantara #sepak bola #Wali Kota Samarinda Andi Harun #Kutai Barat