KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Suporter klub Liga 1 Tanah Air dapat bernapas lega. Pasalnya, aturan larangan away yang selama ini membatasi mereka mendukung tim kesayangan, resmi dicabut. Namun, sanksi tegas sudah dipersiapkan jika suporter tak bisa menjaga kondusifitas pertandingan.
Borneo FC menyambut positif kebijakan tersebut. Manajer Borneo FC Dandri Dauri memastikan Stadion Segiri siap menerima kehadiran suporter tamu karena selama ini tidak memiliki riwayat konflik dengan kelompok pendukung klub lain. Karena itu, pendukung tim lawan dipersilakan hadir saat Borneo FC menjalani laga kandang.
Baca Juga: Keren, PS Pemuda Kawinkan Gelar Piala Soeratin Regional Kukar, Ternyata Masih Ada Tantangan Ini
"Alhamdulillah Borneo FC bisa menerima suporter tamu dari tim mana pun. Sebab tidak ada histori yang kurang baik antara suporter kita dengan pendukung tim lain selama ini di Samarinda," ujar Dandri kepada awak media.
Meski memberi ruang bagi suporter tandang, PSSI dan I.League juga menetapkan sanksi yang jauh lebih berat bagi klub apabila terjadi pelanggaran.
Dandri menjelaskan, aksi pelemparan benda ke dalam lapangan, terutama jika mengenai pemain atau wasit, akan berujung pada pengurangan dua poin bagi tim tuan rumah, selain denda dengan nilai yang cukup besar.
Menurutnya, regulasi tersebut menjadi bentuk keseimbangan antara kebebasan suporter untuk mendukung tim di kandang lawan dengan tanggung jawab menjaga keamanan pertandingan.
“Pada akhirnya yang rugi bukan hanya suporter saja. Sebab manajemen dan tim ikut merasakan dampaknya. Saya rasa kehilangan dua angka akibat sanksi akan berimbas besar pada posisi tim di klasemen,” imbuhnya.
Sebab, kehilangan dua poin akibat ulah oknum suporter dapat berdampak besar terhadap posisi tim di klasemen. Selain regulasi mengenai suporter, Dandri mengungkapkan PSSI juga membahas aturan terkait standar sarana dan prasarana stadion yang digunakan klub peserta Super League.
Baca Juga: Ini Jadwal Job Fair di PPU, Libatkan 24 Perusahaan dan Prioritaskan Pencaker Lokal
Namun, pembahasan mengenai ketentuan tersebut masih berlanjut sehingga pihaknya belum dapat membeberkan secara rinci bentuk sanksi maupun mekanisme penerapannya pada musim kompetisi mendatang. (*)
Editor : Dwi Restu A