KALTIMPOST.ID, GIANYAR – Penantian panjang Persebaya Surabaya akhirnya berakhir. Setelah 22 tahun tanpa trofi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Bajul Ijo sukses menjuarai Piala Presiden 2026.
Kepastian itu diraih setelah Persebaya mengalahkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 6-5 pada partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8) malam.
Pada waktu normal, kedua tim bermain imbang 1-1. Intensitas pertandingan tidak terlalu tinggi karena kedua kubu tampil dengan kondisi fisik yang tidak sepenuhnya prima.
Baca Juga: HMI Kukar Minta Pemkab Perjuangkan PI 10 Persen di Wilayah Kerja Migas Eni
Persebaya membuka keunggulan melalui Ramadhan Sananta yang memanfaatkan umpan matang Rachmat Irianto. Namun, Persib mampu menyamakan kedudukan lewat gol Matricardi.
Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit sehingga laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Pada extra time, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga kebugaran sekaligus mengurangi risiko cedera.
Karena tidak ada gol tambahan dalam 2 x 15 menit, pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Kiper Persebaya Reza Arya menjadi pahlawan kemenangan. Mantan penjaga gawang PSM Makassar itu menggagalkan dua eksekusi penalti pemain Persib sehingga membawa Bajul Ijo menang 6-5 sekaligus memastikan gelar juara Piala Presiden 2026.
Atas keberhasilan tersebut, Persebaya juga berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp8 miliar.
Selepas laga, pelatih Persebaya Bernardo Tavares tidak kuasa menahan haru. Pelatih asal Portugal itu memeluk para pemainnya satu per satu sebelum memberikan apresiasi atas perjuangan tim.
Baca Juga: Balikpapan Tuan Rumah IMERC 2026, Ajang Tingkatkan Kompetensi Tim Rescue Sektor Pertambangan
"Sebelumnya saya ingin mengucapkan rasa hormat kepada Persib Bandung. Mereka tim bagus. Dan untuk pemain kami, terima kasih sudah berjuang sampai akhir meskipun dengan kondisi fisik yang melelahkan," ujar Bernardo.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pendukung Persebaya yang terus memberikan dukungan sepanjang turnamen.
"Saya sangat terharu karena tim ini tidak memenangkan trofi apa pun di level tertinggi. Dan hari ini kami berhasil mewujudkan itu. Kami juara di turnamen ini," ucap Bernardo.
Gelar Piala Presiden 2026 menjadi trofi pertama Persebaya sejak menjuarai Divisi Utama 2004. Meski bukan kompetisi liga, keberhasilan ini menjadi penanda kebangkitan The Green Force di bawah kepemimpinan Bernardo Tavares. (*)
Editor : Ery Supriyadi