Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026, PSSI Minta Maaf dan Janji Evaluasi Besar

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 05:22 WIB
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 harus tersingkir dari Grup A setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura. Hasil tersebut membuat Garuda gagal melaju ke semifinal. (ANTARA/Bayu Pratama S)
PSSI minta maaf atas kegagalan Timnas Indonesia gagal di Piala AFF 2026. (ANTARA/Bayu Pratama S)

KALTIMPOST.ID - PSSI menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sepak bola Indonesia setelah Timnas Indonesia gagal melanjutkan kiprah ke fase berikutnya di Piala AFF 2026. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan federasi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil tersebut, sekaligus meminta suporter tidak menjadikan pemain dan pelatih sebagai sasaran hujatan.

Yunus Nusi menyampaikan pernyataan tersebut setelah menyaksikan langsung pertandingan Timnas Indonesia melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Singapura. Hasil imbang dalam pertandingan itu membuat skuad Garuda gagal melanjutkan perjalanan di turnamen.

Menurut Yunus, PSSI memahami kekecewaan yang dirasakan masyarakat Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa kegagalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi federasi untuk memperbaiki kinerja tim nasional ke depan.

"Saya menyaksikan langsung anak-anak bertanding di Stadion Jalan Besar, Singapura. Seperti yang kita lihat, anak-anak gagal melanjutkan ke fase berikutnya setelah bermain seri dengan Singapura. Terkait hasil di Piala AFF ini, PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna," ungkap Yunus Nusi, Minggu (9/8), dalam rilis PSSI, dilansir dari CNN, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Piala AFF 2026 Masuk Semifinal, 4 Tim Lolos dan Siap Berebut Tiket Final

PSSI Janji Lakukan Evaluasi Menyeluruh

PSSI memastikan kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 tidak akan dibiarkan tanpa tindak lanjut. Evaluasi mendalam akan dilakukan untuk melihat berbagai hal yang berkaitan dengan perjalanan tim selama turnamen.

Yunus menjelaskan bahwa evaluasi sebenarnya bukan hanya dilakukan ketika Timnas Indonesia mendapatkan hasil buruk. Menurut dia, PSSI juga melakukan evaluasi setelah tim meraih kemenangan maupun prestasi.

"Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan timnas, seperti saat melawan Mozambik, Oman, atau saat Timnas Wanita meraih juara Piala AFF Putri di Malaysia. Evaluasi dan diskusi selalu dilakukan oleh Ketua Umum bersama Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), dan pelatih. Saya pun turut hadir di tengah-tengah diskusi dan evaluasi tersebut," jelas Yunus.

Evaluasi tersebut akan menjadi bagian dari upaya PSSI untuk menentukan langkah selanjutnya bagi Timnas Indonesia. Federasi juga melibatkan sejumlah pihak dalam pembahasan, termasuk Ketua Umum PSSI, Badan Tim Nasional, Komite Eksekutif, serta jajaran pelatih.

Dengan demikian, kegagalan di Piala AFF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi hasil akhir sebuah turnamen, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan performa tim nasional pada kompetisi berikutnya.

PSSI Minta Pemain dan Pelatih Tidak Dihujat

Selain menjanjikan evaluasi, PSSI juga meminta masyarakat tetap memberikan dukungan kepada pemain dan pelatih Timnas Indonesia. Yunus Nusi menyampaikan bahwa kritik terhadap federasi tetap diperbolehkan, tetapi ia meminta publik tidak melampiaskan kekecewaan kepada para pemain.

Menurutnya, para pemain merupakan bagian penting dari masa depan sepak bola Indonesia. Karena itu, dukungan masyarakat dinilai tetap dibutuhkan agar mereka dapat berkembang dan memberikan prestasi yang lebih baik pada masa mendatang.

"Timnas kita yang telah berjuang harus tetap kita apresiasi. Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima. Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih. Mereka adalah aset kita di masa depan. Masih ada harapan besar bagi anak-anak ini untuk membawa prestasi sepak bola kita menjadi lebih bagus," tutur Yunus Nusi.

Pernyataan tersebut menjadi pesan PSSI kepada suporter setelah hasil yang tidak sesuai harapan di Piala AFF 2026. Federasi mengakui hasil tersebut belum memuaskan, tetapi tetap meminta publik memberikan ruang bagi pemain dan pelatih untuk memperbaiki kekurangan.

Dengan evaluasi menyeluruh yang dijanjikan, PSSI kini memiliki pekerjaan untuk menilai perjalanan Timnas Indonesia sekaligus menentukan perbaikan yang diperlukan. Di sisi lain, dukungan suporter tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan skuad Garuda menuju kompetisi berikutnya.***

Editor : Dwi Puspitarini
suporter Indonesia pssi Timnas Indonesia piala aff 2026 skuad garuda