Borneo FC Tetap Percaya Apparel Lokal di Super League

Doni Aditya Haryono • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 08:31 WIB
Borneo FC Samarinda menggunakan apparel lokal Etams untuk jersey Super League 2026–2027, bersaing dengan merek global. (BORNEO FC MEDIA)
Borneo FC Samarinda menggunakan apparel lokal Etams untuk jersey Super League 2026–2027, bersaing dengan merek global. (BORNEO FC MEDIA)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA -  Borneo FC Samarinda menjadi salah satu klub Super League 2026–2027 yang tetap mempercayakan seragam bertanding kepada apparel lokal. Pesut Etam menggunakan Etams, berdampingan dengan sejumlah klub lain yang juga memilih produk dalam negeri.

Di tengah ekspansi apparel global seperti Adidas di sepak bola Indonesia, produk lokal masih menjadi pilihan mayoritas klub Super League. Dari 18 peserta, setidaknya 10 tim tercatat menggunakan apparel lokal untuk musim ini.

Ketua Surabaya Jersey Community (SJC) Yudha Mustopo menuturkan, apparel lokal masih menjadi primadona karena menawarkan sejumlah keunggulan bagi klub. Salah satunya adalah keleluasaan dalam menentukan desain dan detail jersey.

Baca Juga: Puluhan Pejabat PPU Belum Ikut PKA, Diusulkan Bertahap pada 2027

"Tidak template. Jersey bisa dimodifikasi sedemikian rupa sesuai keinginan klub. Penempatan sponsor dan segala macam lainnya juga begitu," tuturnya.

Dari sisi penjualan, apparel lokal juga menawarkan harga yang lebih bersahabat. Klub dapat menyesuaikan harga jersey dengan daya beli suporter di Indonesia.

"Harga bisa ditekan, bahkan bisa ada berbagai level jersey. Ada authentic, replica, atau bahkan yang paling murah biasanya versi suporter," bebernya.

Selain fleksibilitas dan harga, kualitas apparel lokal dinilai tidak kalah dibandingkan merek global. Hal itu pula yang membuat sejumlah klub, seperti Persebaya Surabaya dan Borneo FC Samarinda, tetap menggunakan produk lokal dalam beberapa musim terakhir.

"Jadi, intinya sangat memuaskan bagi klub," tuturnya.

Bangga Bersaing dengan Produk Global

Salah satu apparel lokal yang bertahan di Super League dalam dua musim terakhir adalah RMB. Apparel asal Jombang itu musim lalu memproduksi jersey PSBS Biak dan berlanjut bersama Java United pada musim ini.

Baca Juga: Truk Parkir di Tikungan Tanjakan, Pengendara Motor Masuk Kolong

Istri pemilik RMB, Widiyawati, mengaku bangga produknya bisa digunakan klub Super League. Terlebih, apparel lokal tersebut dapat bersaing dengan berbagai merek berkualitas lainnya.

"Orang bisa mengerti kualitas sebuah brand saat dipakai langsung oleh pemain, pelatih, manajemen, dan semua elemen di dalam tim," terangnya.

Widiyawati menambahkan, menjadi apparel klub Super League memberikan keuntungan dari sisi penjualan sekaligus memperluas pengenalan merek.

"Kami juga bangga saat di lapangan, brand kami beradu dengan apparel global seperti Adidas dan Kelme," ucapnya. (*)

Apparel Klub Super League 2026–2027

  1. Madura United – XTEN (lokal)
  2. Persija Jakarta – Adidas
  3. Bali United – Adidas
  4. Persebaya Surabaya – Aza (lokal)
  5. Persita Tangerang – selfapparel
  6. Java United – RMB (lokal)
  7. Borneo FC – Etams (lokal)
  8. Arema FC – Etams (lokal)
  9. Isenmulang Kalteng FC – Panguripan Apparel (lokal)
  10. PSS Sleman – Scorelab (lokal)
  11. Bhayangkara FC – Mills (lokal)
  12. Persib Bandung – Kelme
  13. PSM Makassar – Adidas
  14. Garudayaksa FC – DRX (lokal)
  15. Dewa United – DRX (lokal)
  16. PSIM Jogjakarta – Adidas
  17. Persijap Jepara – masih belum diluncurkan
  18. Persik Kediri – Adidas
Editor : Ery Supriyadi
Sumber : Jawa Pos Koran
Super League 2026-2027 apparel lokal Etams jersey Borneo FC borneo fc