Kerja Keras dan Mental Baja Jadi Kunci Kemenangan Dewa United di Segiri

Doni Aditya Haryono • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 12:37 WIB
PESTA PORA: Jonathan Perreira melakukan selebrasi setelah menjebol gawang Borneo FC. (DONI ADITYA)
PESTA PORA: Jonathan Perreira melakukan selebrasi setelah menjebol gawang Borneo FC. (DONI ADITYA)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dewa United akhirnya bisa merayakan pesta di Stadion Segiri Samarinda. Itu setelah pasukan Osmar Loss berhasil mempermalukan Borneo FC dengan skor 3-1.

Taisei Marukawa dkk bermain cukup apik di Stadion Segiri Samarinda, Rabu (16/9/2026) sore. Dewa bahkan membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Jonathan Perreira.

Baca Juga: Stadion Segiri Kehilangan Jati Diri, Borneo FC Harus Tumbang dari Dewa United di Kandang Sendiri

Borneo sempat merespon gol tersebut di babak kedua lewat Ikhsanul Zikrak. Namun Dewa menunjukkan etos kerja lebih baik. Jelang bububaran, Dewa United berhasil menambah dua gol dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-1.

Pelatih Dewa United, Osmar Loss mengakui pertandingan berlangsung tidak mudah. Namun, situasi tersebut justru dinilainya sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter tim.

"Pertandingan ini berlangsung sulit. Kami sangat senang dapat meraih tiga poin di laga tandang,” kata Osmar.

Baca Juga: Samarinda Diselimuti Kabut Asap Pekat, Kadishub Ingatkan Bahaya Lalu Lintas Darat dan Sungai

Menurutnya, ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana, pemain harus mampu merespons dengan kerja keras dan mental bertanding yang lebih kuat.

Osmar juga mengakui Dewa United sempat kehilangan kontrol setelah mencetak gol pertama. Sejumlah duel mulai dimenangkan Borneo FC. Dari situ, dia menyebut timnya mendapat pelajaran bahwa strategi saja tidak cukup untuk melewati pertandingan dengan tekanan tinggi.

"Setelah mencetak gol pertama, kami sedikit kehilangan kendali dengan bola dan mulai kalah dalam sejumlah duel. Yang terpenting, kami belajar bahwa terkadang semangat juang harus lebih besar daripada sekadar mengandalkan taktik dan strategi,” ujarnya.

Pelatih berlisensi CBF Pro itu juga sempat menyinggung kondisi udara di Samarinda. Osmar mengaku sempat khawatir sebelum pertandingan setelah dokter menawarkan masker kepadanya. Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak sampai mengganggu jalannya pertandingan.

"Menurut saya, kondisi tersebut tidak mengganggu jalannya pertandingan, meskipun mungkin dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Bukan terhadap pertandingan itu sendiri,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
stadion segiri samarinda dewa united borneo fc