Baru Empat Pekan, Tiga Pelatih Championship Sudah Dipecat

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 06:59 WIB
Jaya Hartono (kanan) harus mengakhiri tugasnya sebagai pelatih Persiraja Banda Aceh. Hal serupa dialami Nil Maizar di Semen Padang.
Jaya Hartono (kanan) harus mengakhiri tugasnya sebagai pelatih Persiraja Banda Aceh. Hal serupa dialami Nil Maizar di Semen Padang.

 

KALTIMPOST.ID, BEKASI – Kursi pelatih tim-tim Championship memang selalu “panas” setiap musim. Hasil minor yang dialami dalam beberapa pertandingan saja bisa langsung berujung pemecatan. Musim ini, kompetisi baru memasuki pekan keempat, tetapi sudah ada tiga pelatih yang dipecat.

Pelatih pertama yang terdepak adalah arsitek Persipura Jayapura, Andri Ramawi. Andri harus lengser setelah dua pekan menangani Mutiara Hitam. Lantas, ada Jaya Hartono yang dipecat dari Persiraja Banda Aceh pada pekan ketiga. Terakhir, Nil Maizar didepak Minggu (4/10) malam setelah timnya, Semen Padang, kalah melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Patriot Chandra Bhaga, Bekasi.

Nil dianggap gagal membawa Kabau Sirah nangkring di papan atas klasemen. Semen Padang yang menargetkan tiket promosi saat ini masih berada di peringkat kelima klasemen sementara Grup A Championship. Mereka mengoleksi dua kemenangan, satu hasil imbang, dan sekali mengalami kekalahan.

Baca Juga: Melalui Program Electrifying Marine Tihi-Tihi PLN UIP KLT Raih Platinum ISDA 2026

Presiden Semen Padang Andre Rosiade sempat mengumumkan bakal ada perombakan dalam tim. Hal tersebut merespons tuntutan suporter atas hasil kurang memuaskan timnya. Perombakan itu pun langsung dilakukan sesaat setelah tim menelan kekalahan perdana di Championship melawan PSPS, Minggu (4/10) malam.

Pengumuman pemecatan Nil juga telah dilakukan melalui media sosial Semen Padang. Dalam unggahannya, manajemen berterima kasih atas dedikasi mantan pelatih timnas Indonesia itu kepada tim.

“Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, kami resmi mengakhiri kerja sama ini secara baik-baik. Terima kasih telah menjadi bagian penting dari keluarga besar skuad Kabau Sirah. Doa terbaik dari kami, semoga sukses dan selalu diberi kelancaran di perjalanan karier selanjutnya,” tulis pernyataan resmi klub.

Pengamat sepak bola Kesit Handoyo mengatakan persaingan di Championship memang jauh lebih ketat dibandingkan Super League, khususnya bagi tim-tim yang punya ambisi promosi.

“Karena jatah promosi hanya tiga, persaingan begitu ketat. Tim-tim yang punya ambisi ini tidak mau di awal-awal langsung mendapat ganjalan,” tegasnya.

Keputusan yang paling mudah diambil tentu melakukan pemecatan, meskipun kompetisi masih bisa dibilang sangat panjang. Segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Baca Juga: Cara Merawat Karpet Mobil Kain dan Sintetis agar Bebas Bau Apek Selama Musim Hujan

“Jadi wajar kalau ada pelatih dengan cepat sudah merasakan pemecatan karena situasi atau target yang dibebankan oleh klub dan manajemennya tidak terpenuhi,” terangnya.

Manajemen harus segera mencari pelatih pengganti. Tentu, ini akan jauh lebih sulit karena pelatih baru bukan sosok yang ikut membangun tim pada pramusim.

“Dengan pergantian pelatih, belum tentu klub itu melepaskan diri dari bayang-bayang hasil minor selanjutnya,” katanya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Sumber : Jawa Pos Koran
Nil Maizar Jaya Hartono Andri Ramawi championship semen padang