KALTIMPOST.ID, SEMARANG – Jadwal padat mulai menguji kedalaman skuad Borneo FC Samarinda. Belum sepenuhnya pulih setelah menempuh perjalanan panjang ke Thailand untuk menghadapi Buriram United di ASEAN Club Championship 2026 atau Shopee Cup, Pesut Etam sudah harus bersiap menghadapi Java United di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (11/10/2026) sore.
Jarak antarlaga yang hanya tiga hari membuat proses pemulihan menjadi perhatian utama tim pelatih. Situasi ini menuntut Mauro Jeronimo untuk cermat mengatur kebugaran pemain sekaligus menjaga daya saing tim di tengah padatnya agenda kompetisi domestik dan internasional.
Pelatih kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, mengakui persiapan menghadapi Java United tidak bisa sepenuhnya dilakukan melalui latihan di lapangan. Dengan waktu yang terbatas, analisis video menjadi salah satu cara utama untuk mematangkan strategi sekaligus mempelajari karakter permainan lawan.
Baca Juga: Berani Bercerita soal Gangguan Mental, Adisha Masih Berjuang Melawan Stigma
Persoalan kebugaran juga tidak bisa diabaikan. Perjalanan menuju Buriram memakan waktu sekitar 32 jam. Setelah pertandingan di Thailand, tim kembali menempuh perjalanan panjang ke Indonesia. Kondisi tersebut tentu menguras energi pemain, terutama ketika waktu pemulihan yang tersedia sangat terbatas.
Karena itu, tim pelatih berupaya memberikan kesempatan pemulihan seoptimal mungkin sebelum kembali bertanding. Rotasi pemain pun menjadi opsi yang terbuka jika dibutuhkan.
Mauro memastikan Borneo FC memiliki pemain yang siap diturunkan. Kedalaman skuad menjadi modal penting untuk menjaga intensitas permainan tanpa harus memaksakan pemain yang belum berada dalam kondisi terbaik.
"Kami memahami secara fisik bahwa kami harus mendorong diri sendiri karena datang dari perjalanan panjang. Namun, kami memiliki pemain yang siap dan juga pemain untuk dirotasi jika diperlukan. Jadi, kami percaya diri," tegasnya.
Pelatih asal Portugal itu menyadari Borneo FC masih berada dalam tahap pembangunan tim. Artinya, konsistensi permainan dan kematangan skuad masih perlu terus diasah, terlebih ketika harus membagi fokus antara kompetisi domestik dan panggung internasional.
"Kami masih di awal musim. Kami sedang membangun tim langkah demi langkah dan belum mencapai level yang kami harapkan. Kami masih dalam perjalanan," jelasnya.
Situasi tersebut membuat setiap pemain dituntut selalu siap ketika mendapat kesempatan bermain. Bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana menjaga sikap, semangat juang, dan komitmen untuk memberikan kontribusi bagi tim.
Baca Juga: LAPSUS: Kaltim Kaya SDA tetapi Anggaran Tertekan, Menteri AHY Ungkap Tantangan Pembangunan Daerah
Mauro menegaskan, target utama Borneo FC adalah tetap kompetitif dalam setiap pertandingan. Hasil akhir memang tidak sepenuhnya berada dalam kendali tim, tetapi penampilan dan usaha maksimal harus selalu menjadi pegangan.
"Kami harus melangkah langkah demi langkah, pertandingan demi pertandingan. Yang paling penting adalah setiap pemain siap berkontribusi dan kami selalu kompetitif," pungkasnya. (*)