“Mereka sudah pasang besi pancang. Jadi progresnya di angka itu,” kata Roby.
Ia menjelaskan untuk di awal ini progres memang tidak bisa langsung meningkat tajam. Karena untuk pemasangan pondasi pengerjaan tidak bisa cepat.
“Kalau setelah itu cepat naik. Pasca pengecoran sudah tembus di angka 30 persen itu progresnya,” ucapnya.
Nantinya RKM ini terdiri dari satu lantai. Khusus tahun ini akan ada dua gedung di area RKM yang dibangun. Artinya pembangunan RKM tidak bisa sekaligus. “Bertahap itu pengerjaannya. Menyesuaikan kondisi keuangan daerah,” tutur dia.
Roby mengakui ada perubahan desain RKM dari sebelumnya yang diplot di Stadion Bessai Berinta. Semula desain tersebut dibutuhkan anggaran sebesar Rp14 miliar. Namun untuk pembangunan kali ini ditempatkan di Lapangan HOP 1, Satimpo. Dengan pagu anggaran Rp5 miliar.
“Kemahalan desain yang lama. Kalau dulu itu dua lantai,” terangnya.
Gedung pertama nantinya seperti tempat teater. Satu gedung lainnya untuk kantor. Setelah pembangunan diharapkan pengurus bisa menempati dan melakukan operasional program kegiatan.
“Kalau luasaannya saya lupa. Paling banyak progres pancang,” sebutnya.
Nantinya RKM akan berbentuk gedung teater. Jadi ada gedung yang berbentuk lingkaran seperti GOR untuk pertunjukan. Selain itu ada beberapa bilik bangunan yang akan ditempati oleh pelaku UMKM. Terkait lokasi RKM sendiri nantinya di bagian ujung pinggir Jalan HM Ardans. Dari ujung jalan Ulin hingga batas lapangan.
“Pengerjaan ini dilakukan oleh CV Bambapuang. Perusahaan asal Berebas Tengah,” ujarnya.
Ia berharap RKM nantinya menjadi sarana untuk kaum milenial menuangkan kreasinya. Sehingga dapat menghasilkan produk melalui gagasan yang dituangkan oleh kaum pemuda. Saat ini sudah ada 17 subsektor yang rutin melakukan koordinasi dengan Dispopar. Meliputi bidang musik, kriya, perfilman, kuliner, dan fotografer.
Editor : Uways Alqadrie