Penanggung Jawab DBD Diskes Siti Rahimah mengatakan angka kasus DBD di bulan lalu mencapai 39. Sementara di Juni lalu mencapai 45 kasus. Ia pun meminta masyarakat tetap waspada. Bentuknya dengan menjaga kebersihan lingkungan.
“Ada penurunan tetapi hanya enam kasus,” kata Imah.
Saat ini jumlah kasus yang ada masih di bawah pola maksimal kurun lima tahun terakhir. Sebab di 2019 lalu khususnya pada Juli jumlah kasus DBD mencapai 81. Masyarakat juga tidak bisa menyatakan program wolbachia tidak berhasil. Sebab saat ini perkembangbiakan masih dalam proses.
Apalagi saat ini sebaran nyamuk tersebut masih di bawah angka 60 persen. Berdasarkan data terakhir untuk rinciannya Bontang Utara 36 persen, Bontang Barat 30, dan Bontang Selatan 31 persen.
Dari angka tersebut jumlah kasus terbanyak berada di Kelurahan Belimbing dan Api-Api. Masing-masing delapan kasus. Disusul Gunung Telihan enam kasus. Praktis hanya dua kelurahan yang tidak terdapat kasus DBD selama Juli yakni Berbas Pantai dan Guntung.
Ia menyebut media yang bisa menjadi tempat tumbuh kembang nyamuk harus segera dibersihkan. Selain itu, warga juga diminta untuk menutup tempat penampungan air, menaruhkan bubuk abate di bak mandi, hingga memperhatikan tempat penampungan air. Meliputi vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum.
“Jadi kegiatan untuk membasmi jentik harus tetap rutin,” tutur dia.
Pasalnya untuk fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasa. Sementara melalui gerakan 3M ini bisa memberantas hingga sumber permasalahan. Utamanya di kawasan yang kerap ada penampungan air.
“Diskes akan melakukan fogging fokus jika ada kasus dan dilakukan penyelidikan epidemiologi. Hasilnya didapatkan penyebaran di wilayah tersebut,” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie