KALTIMPOST.ID, Kota Bontang berpotensi mendapatkan program pengembangan jargas. Dari 21 daerah, nantinya hanya 15 yang dipilih Kementerian ESDM untuk maju ke tahap penyusunan DED.
Kabag Perekonomian dan SDA Setkot Moch Arif Rochman mengatakan keunggulan Bontang karena jaringannya bukan baru.
Artinya aspek infrastruktur sudah siap. Tinggal menyambungkan ke hunian warga.
“Dari 53.500 kuota untuk jargas saat ini yang telah terpasang yaitu 18.436. Artinya masih ada sisa 35.064 regulating system (RS). Sementara pengajuan tahun ini hanya 11.214 sambungan rumah,” kata Arif.
Kuota 53.500 RS itu berasal dari pengadaan yang dilakukan sebelumnya. Mulai dari 2011, 2013, dan 2014 dari APBD Bontang. Ditambah 2017 dan 2018 bersumber APBN.
“Nantinya Kementerian ESDM dan UI juga akan melihat beberapa titik terkait kondisi existing,” ucapnya.
Pemkot juga masih memikirkan bila ada penambahan sambungan rumah dengan skema lain.
Termasuk dengan kerja sama pemerintah dengan badan usaha maupun kerja sama BUMD dengan investor.
Terkait dengan kebutuhan industri di Bontang. Skema tersebut memang diperbolehkan. “Utamanya ke area industri di Bontang Lestari,” tutur dia.
Mengingat ada beberapa investor yang tertarik dengan pengembangan ini. Apalagi PT EUP dan KIB juga membutuhkan suplai jargas ini. Investasi ini terpenting ialah pembelinya.
“Jika ada sudah kebutuhannya, baru bisa bergerak. Investasi itu diperkirakan seratus miliar. Dengan ketentuan pipa gas harus enam inch,” terangnya.
Sebelumnya, ada 84 daerah yang masuk pra feasibility study (FS) untuk pembangunan jargas.
Itu mengacu pada surat pemkot 27 Mei 2024. Pasca penjaringan itu, Bontang dinyatakan oleh Kementerian ESDM lolos untuk FS.
Tepatnya pada Agustus lalu. Selain Bontang, ada 20 kabupaten atau kota lain di Indonesia yang terpilih.
Nantinya akan dilakukan sosialisasi kepada perwakilan warga yang menerima sambungan jargas.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan 19 September mendatang. Peserta perwakilan dibagi dalam kelurahan. Namun untuk proposionalnya tidak sama.
Dijelaskan Arif, untuk penentuan FS akan terjadi pada 30 September. Setelah itu Kementerian ESDM akan melakukan survei minat dan DED konstruksinya pada 1 Oktober mendatang.
Terkait peluang, Bontang memiliki kans besar. Mengingat dalam pemohonannya, pemkot menyertakan faktor daerah penyangga IKN.
Diketahui, jumlah terbanyak menyasar Kelurahan Loktuan. Angkanya yakni 1.973 kepala keluarga yang memohon pemasangan jargas. Disusul Tanjung Laut dengan 1.404 kepala keluarga.
Pada posisi ketiga teratas yakni Kelurahan Api-Api dengan 1.077 kepala keluarga yang bermohon.
Kanaan 256 kepala keluarga, Belimbing 785 KK, Gunung Telihan 425 KK, Bontang Baru 481 KK, Bontang Kuala 436 KK, Gunung Elai 700 KK, Guntung 395 KK.
Tanjung Laut Indah 740 KK, Berebas Tengah 952 KK, Berbas Pantai 420 KK, dan Bontang Lestari 944 KK. Serta untuk angka terendah menyasar Satimpo yaitu 226 KK. “Tahun ini menyelesaikan FS dan DED,” pungkasnya. (*)
Editor : Almasrifah