Namun, masyarakat mengeluhkan adanya tumpahan sisa material di sekitar badan jalan. Warga Berebas Tengah, Dina, mengaku melihat tumpahan sisa material pengecoran. Padahal, itu berada di tengah persimpangan.
“Itu membahayakan sekali apalagi jika habis hujan. Jalan bisa licin. Kasihan pengguna kendaraan roda dua yang melintas,” kata Dina.
Akses ini memang menjadi penghubung antara Kelurahan Tanjung Laut, Tanjung Laut Indah, Berebas Tengah, dan Berbas Pantai.
Ia pun meminta petugas kebersihan atau kontraktor segera tanggap apabila ada tumpahan material. “Kalau bisa segera dibersihkan supaya tidak terjadi kecelakaan lalu lintas,” ucapnya.
Sementara Kabid Tata Ruang dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Robysai Manassa Mallisa mengatakan saat ini progres pembangunan sudah mencapai 19 persen.
Padahal target di pekan ini yakni 13 persen. “Pengerjaan surplus 6 persen,” tutur dia. Menurutnya, pengerjaan sudah menuntaskan pengeboran untuk bore pile. Dalam waktu dekat masuk dalam pembuatan fondasi tugu.
Terkait dengan keluhan tumpahan sisa material, Robysai sudah berkoordinasi dengan Polantas Polres Bontang. Terkait koordinasi peringatan bagi pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintas area tersebut.
“Sudah ada peringatan sesuai arahan lantas,” terangnya. Pembangunan tugu ini dikucur Rp800 juta. Bersumber dari APBD Bontang 2024.
Pembangunan tugu telah direncanakan sejak dua tahun lalu. Sementara Rp66 juta dialokasikan untuk pengawasan teknis.
Tugu didesain menyerupai bentuk bambu dengan ketinggian mencapai 8 meter yang dilengkapi logo ACP. (*)
Editor : Almasrifah