Ketua RT 37 Muh Arief mengatakan, usulan ini berdasarkan hasil rembuk warga. Antusiasme justru terpancar dari kaum ibu untuk program ini. “Mereka yang mengusulkan untuk pelatihan memasak,” kata Arief.
Namun, kala itu pengurus RT masih menunggu arahan dari kelurahan terkait pelatihan apa saja yang bisa diselenggarakan.
Baru saja, ia mengetahui ada empat pelatihan yang bisa dilaksanakan. Meliputi pembuatan pentol bakso, sosis-nugget, empek-empek, dan kue kering. “Tiap pelatihan itu maksimal 10 orang,” ucapnya.
Pengurus RT nantinya akan membuka pendaftaran. Menyesuaikan dengan jadwal keseharian ibu-ibu di lingkungan tersebut. Pemilihan pelatihan memasak karena bisa menjadi usaha bersama warga nantinya.
Sebelumnya warga RT 37 mendapatkan pelatihan menjahit. Namun pangsa pasarnya sulit. Hanya menerima pesanan dari pengurus majelis taklim.
Dengan pelatihan memasak ini bisa menjadi pendapatan tambahan keluarga. “Harapannya ada produk yang bisa dihasilkan dan dipasarkan,” tutur dia.
Saat ini, pengurus RT belum mengetahui waktu pelaksanaan. Nantinya pelatihan akan diselenggarakan di lingkungan RT 37.
Supaya mendekatkan diri dengan hunian warga. Jika membutuhkan tempat luas maka fasilitas umum di lingkungan tersebut bakal dipilih.
Selain itu, warga RT 37 akan mendapatkan sembilan tabulampot. Nantinya tanaman dalam pot yang diberikan ialah buah jambu kristal.
Penempatannya di satu titik hunian warga yang memiliki lahan kosong. Tujuannya supaya perawatannya lebih fokus. Untuk diketahui, RT 37 terdiri dari 169 kepala keluarga. (*)
Editor : Almasrifah