“Saat ini mau mengecor bagian bawah konstruksi lift,” kata dr Suhardi.
Menurutnya kehadiran lift ini sangat dibutuhkan. Pasalnya lokasi pemasangan di Gedung Bengkirai atau bangunan baru. Pada gedung tersebut sudah beroperasional sejumlah poliklinik rawat jalan.
“Lift yang ada itu sebelumnya hanya untuk menapung orang,” ucapnya.
Nantinya lift baru ini bisa mengakomodasi brankar. Sehingga pasien yang tidak bisa menuju ke ruang poliklinik bisa dibantu menggunakan sarana tersebut. Brankar adalah tempat tidur rumah sakit dengan roda yang memudahkan pasien untuk bergerak.
Alokasi anggaran untuk pembangunan lift sekitar Rp3,6 miliar yang berasal dari APBD Bontang. Dikerjakan oleh PT Gariyan Alfath Saguna. Proyek ini durasinya selama 145 hari dan ditarget rampung Desember mendatang.
“Kami optimistis semua pengerjaan bisa tepat waktu selesainya. Setiap pekan kami juga melakukan pengawasan dengan meminta progres kepada kontraktor,” tutur dia.
Diketahui beberapa poliklinik sudah mulai beroperasi di bangunan baru sejak tahun ini. Terdapat 23 poliklinik layanan rawat jalan di RSUD Taman Husada. Mencakup Anak, KIA, Obgyn, bedah, bedah onkologi, ortopedi, THT, mata, saraf, penyakit dalam, paru, kulit dan kelamin, gigi anak, bedah mulut, konservasi gigi, rehab medik, kodekteran jiwa, gigi umum, MCU, VCT, dan geriatric.
Editor : Uways Alqadrie