Munawar mengaku kaget pasalnya di hari perdana bekerja. Di hari pertama saya sudah disodorkan 10 telaah staf, kata Munawar. Ia pun dengan lantang tidak akan membubuhkan tandatangan terkait itu. Jika telaah yang menyangkut output dari kegiatan itu tidak matang. Sebab anggaran sekira Rp 160 miliar digunakan untuk bimtek. Apalagi pelaksanaan bimtek dilakukan ke luar daerah.
Bontang saat ini sudah dikenal dengan Kota Bimtek oleh, ucapnya.
Ia pun melakukan akan melakukan evaluasi secara internal. Menurutnya evaluasi menyasar adanya pengaturan ritme. Kegiatan pun tetap dapat dilakukan. Mengingat postur anggaran yang telah disetujui bersama. Hanya harus melihat lagi kondisinya, sehingga tujuan bimtek itu dapat tepat sasaran, tutur dia.
Oleh karenanya, evaluasi turut dilakukan dengan mempertimbangkan urgensi dari kegiatan yang ada. Begitupun dengan ketepatan sasaran hingga adanya output yang maksimal. Jangan sampai memakai anggaran untuk kegiatan yang tidak bermanfaat, sebut dia.
Lebih lanjut, pihaknya pun melakukan rapat koordinasi kepada masing-masing OPD untuk kembali melihat kegiatan yang telah direncanakan. Ia menuturkan, penggunaan anggaran tidak boleh lepas dari tugas dan fungsi yang seharusnya. Terutama untuk mengantisipasi hal-hal yang mengarah pada sesuatu yang melanggar ketentuan.
Jika sepanjang evaluasi ditemukan adanya penyimpangan, tentu ada konsekuensi sebagai penyelenggara negara. Sebelum terlanjur. Walaupun ada kegiatan yang juga sudah berjalan, tandasnya.
Konon aparat penegak hukum juga diduga menarik diri menjadi narasumber bimtek. Pasca evaluasi yang dilakukan oleh pemkot. Bahkan pasca evaluasi internal pun Pjs Wali Kota langsung menuju kantor salah satu aparat peneggak hukum.
Informasinya setelah rapat evaluasi Pjs langsung menuju ke salah satu kantor aparat penegak hukum, ujar salah satu informan Kaltim Post. Belum diketahui APH yang menarik diri menjadi narasumber dari mana.
Editor : Uways Alqadrie