KALTIMPOST.ID- Pelatihan tata boga yang diselenggarakan oleh Kelurahan Satimpo masih berlanjut. Dari 20 hari waktu yang ditetapkan sejak 28 Oktober lalu, sejumlah peserta pun telah menyerap ilmu dari instruktur.
Lurah Satimpo Maryono mengatakan antusiasme peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan layak diacungi jempol. Sebab dari pagi hingga siang tetap mendengarkan arahan terkait pembuatan kue.
“Mereka ingin belajar seutuhnya. Sampai bisa. Sehingga selalu hadir di tiap kegiatan,” kata Maryono.
Apalagi nantinya juga ada sertifikasi dari Badan Nasional Standar Pelatihan (BNSP). Hal ini menjadi poin plus ketika nantinya peserta menekuni bidang tersebut. Bahkan beberapa peserta antusias untuk membuka usaha di bidang ini.
“Karena ini memang menjanjikan dan bisa dilakukan secara bersama-sama,” ucapnya.
Jumlah peserta pelatihan ini mencapai 38 orang. Diambil dari perwakilan tiap RT yang ada di Satimpo. Khususnya mereka yang berada di area HOP dan pisangan. Rata-rata peserta pelatihan yakni ibu rumah tangga dan pensiunan karyawan perusahaan.
“Jika ditekuni ini bisa menjadi tambahan penghasilan keluarga. Fisik pun tetap produktif karena ada kegiatan yang bisa dikerjakan,” tutur dia.
Diharapkan peserta nantinya mempunyai kreatifitas dalam pengembangan UMKM di bidang kuliner. Kelurahan pun menggandeng LPK Adjiraja. Maryono menjelaskan peserta supaya memiliki produktivitas dan siap membuka home industry baru.
Sejatinya jumlah peserta yang ingin mengikuti lebih dari kuota yang ditetapkan. Namun kelurahan akan memprioritaskan mereka yang belum mengikuti pelatihan pada periode selanjutnya.
“Ke depan kami akan buat pelatihan kuliner kembali tetapi dengan materi yang berbeda,” pungkasnya. (*)