KALTIMPOST.ID, Kisruh terkait proyek pembangunan jembatan di Jalan Ikan Koi yang menutup akses masuk SMP 7 membuat Wali Kota Bontang Basri Rase angkat suara.
Menurutnya masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan. Terpenting ada solusi untuk pembangunan akses baru nantinya.
“Jangan saling menyalahkan. Paling penting mencari jalan keluar,” kata Basri.
Ia menuturkan sejatinya pembangunan jembatan yang menghubungkan Tanjung Laut Indah dengan Api-Api ini memiliki banyak manfaat.
Baca Juga: PT Trifita Deto Resmikan Pabrik Detonator di Muara Badak, Dorong Pengurangan Impor
Termasuk bagi orangtua yang melakukan pengantaran maupun penjemputan putra-putrinya di satuan pendidikan tersebut.
“Jembatan ini sangat bermanfaat. Salah satunya juga menyasar wali murid di SMP 7,” ucapnya.
Basri juga menuturkan nantinya SMP 7 akan direlokasi di samping SD 010 Bontang Utara.
Mengingat di kawasan saat ini sudah tidak memungkinkan untuk perluasan bangunan sekolah.
Nantinya lokasi saat ini akan dipakai oleh SD 012 Bontang Selatan yang berada di samping SMP tersebut.
“Lokasi SMP 7 juga saling berdekatan dengan satuan pendidikan sejenjang lainnya. Mulai dari SMP 1, SMP 2, SMP 3, dan SMP 8. Tetapi di Gunung Elai ini sangat jauh dengan SMP negeri,” tutur dia.
Sebelumnya, pembangunan jembatan di depan SMPN 7 Bontang ini menghabiskan anggaran Rp4,9 miliar.
Dikerjakan oleh CV Aldi Pratama. Namun pasca rampung, konstruksi jembatan justru menutup akses masuk sekolah.
Alhasil, dinding di sayap kiri sekolah dijebol sebagai alternatif pintu masuk siswa. (*)
Editor : Dwi Puspitarini