Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sidak Proyek Bendung Sungai: Komisi C DPRD Bontang Temukan Pekerjaan Terhenti hingga Karyawan Belum Terima Gaji, Mana Kontraktornya?

Adhiel kundhara • Jumat, 21 Februari 2025 | 17:06 WIB

 

TEMUI KARYAWAN: Komisi C DPRD Bontang mendatangi tempat kediaman karyawan PT Bumi Lansirang selaku pemenang tender proyek bendung sungai yang belum dibayar gajinya hingga lima pekan.
TEMUI KARYAWAN: Komisi C DPRD Bontang mendatangi tempat kediaman karyawan PT Bumi Lansirang selaku pemenang tender proyek bendung sungai yang belum dibayar gajinya hingga lima pekan.

KALTIMPOST.ID, Komisi C DPRD Bontang melakukan inspeksi mendadak ke proyek bendung sungai, Kelurahan Telihan. Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib mengatakan pengerjaan bendung sungai ini sudah terhenti selama satu bulan.

Menurutnya progresnya pun masih terbilang jauh. Karena masih mencapai sekira 60 persen. Setelah mendengarkan keluhan karyawan ia pun justru miris. Pasalnya karyawan dari PT Bumi Lansirang selaku pemenang tender sudah lima pekan belum mendapatkan gaji.

“Ini satu bulan sudah tidak ada kegiatan yang berjalan di lokasi itu karena kontraktor tidak tahu di mana keberadaannya. Kontraktor ini sudah diberikan tambahan waktu 2x50 hari,” kata Sahib.

Total karyawan 27 orang berasal dari Jawa. Namun empat orang sudah kembali ke kampung asalnya. Sementara 23 orang ini bertahan karena tidak memiliki ongkos pulang.

“Bahkan untuk makan menunggu singkong pemberian dari warga. Kasihan sekali,” ucapnya.

Karyawan tersebut awalnya disiapkan hunian oleh perusahaan. Akan tetapi, politikus NasDem ini menilai tempat yang disediakan tidak layak. Karena ruangan ukuran 4x4 meter justru diisi oleh delapan orang.

“Tidak ada bantal dan kasur. Bahkan fasilitas air bersih tidak ada. Listrik menumpang warga. Mirisnya lagi makan tidak dijamin,” tutur dia.

Rencananya Komisi C DPRD Bontang akan memanggil pihak terkait. Awal pekan depan surat akan dilayangkan baik kepada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat Kaltim, Dinas PUPRK Bontang, perusahaan pemenang tender, dan karyawan.

Diketahui proyek bendung sungai ini dikucur Rp 15 miliar melalui APBD Kaltim. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bontang Amiruddin Syam mengatakan proyek ini bertujuan untuk menekan krisis air bersih di Kota Bontang.

Menurutnya upaya ini merupakan pertama kali di Bontang. Sebab selama ini suplai air bersih masih memanfaatkan dari sumber bawah tanah. Bahkan terkait pembebasan lahan dan pembangunan water treatment plant (WTP) juga menjadi ranah pemprov. Nantinya pemkot hanya penyaluran dan jaringan.

“Diharapkan semua rampung di 2025. Pertama pasti bangun bendung dulu, baru WTP,” ucapnya.

Jadi bantaran sungai akan dibendung kanan-kiri. Skema bendung sungai ini ialah elevasi dasar sungai di titik yang disepakati bakal dinaikkan. Tampungan air itu kemudian disedot untuk diolah masuk ke WTP. Selanjutnya hasil pengolahan akan disambungkan dengan jaringan di Tugu Selamat Datang maupun intake di depan RSUD Taman Husada.

Kapasitas WTP ialah 50 sampai 100 liter per detik. Kajian ini sudah dilakukan beberapa waktu sebelumnya. Langkah ini masuk dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kaltim hingga 2026.

Dijelaskan dia, langkah ini diambil  untuk menunggu pembangunan infrastruktur jaringan baik itu Bendungan Marangkayu, void Indominco, hingga Waduk Suka Rahmat memerlukan waktu lama.

Editor : Muhammad Ridhuan
#krisis air bersih #DPRD Bontang #inspeksi mendadak