KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemkot Bontang tahun ini akan membangun laboratorium lingkungan. Lokasinya direncanakan di Jalan Awang Long atau belakang Kantor KPU Bontang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Heru Triatmojo mengatakan, kebutuhan anggaran untuk rencana pembangunan itu mencapai Rp 9,5 miliar. “Kami ajukan di APBD Bontang tahun ini,” kata Heru.
Baca Juga: Wali Kota Neni Targetkan Rumah Sakit Taman Sehat Beroperasi Tahun Depan
Nantinya pengadaan proyek ini akan memakai skema tender. Ditargetkan dalam waktu dekat proses lelang akan dimulai. Sementara untuk kontrak bakal berakhir di Desember mendatang.
Kehadiran laboratorium lingkungan ini diharapkan mampu menaikkan pendapatan asli daerah (PAD). Utamanya dalam retribusi yang dipatok ketika terdapat pengujian berhubungan dengan lingkungan.
“Karena wilayah Bontang itu industri. Jadi mereka tidak perlu lagi sampling ke luar kota yakni Jakarta maupun Samarinda,” ucapnya.
Tak hanya itu, DLH juga bisa melakukan pengontrolan terhadap kegiatan industri. Namun demikian terkait PAD, DLH belum memiliki kajian terkait proyeksi yang didapatkan dari retribusi jasa ini.
Baca Juga: Alamak Tekor! Kontraktor Jembatan BBI Diprediksi Bayar Denda Rp 500 Juta meski Dapat Tambahan Hari
“Pengujian nanti bisa mencakup kualitas udara, air, dan tanah,” tutur dia.
Sehubungan dengan ukuran rencana bangunan, Heru belum bisa memastikan. Pasalnya sebelumnya terdapat revisi luasan dan volume dikarenakan ada peningkatan harga material.
“Saya belum melakukan pengecekan detail engineering design. Pastinya pembangunan tahun ini,” terangnya.
Wacana pembangunan laboratorium lingkungan hidup tersebut direncanakan berdiri di atas lahan Pemkot Bontang seluas 1.039 meter persegi.
Sebelumnya, dengan dibangunnya laboratorium memudahkan pemerintah untuk melakukan penelitian. Seperti penelitian zat air dan sebagainya. Sebab Bontang rawan terhadap pencemaran lingkungan. (*)
Editor : Ery Supriyadi