Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penurapan Sungai di Bontang Capai 50,45 Persen, Bakal Meningkat di Tahun Ini

Adhiel kundhara • Senin, 10 Maret 2025 | 10:47 WIB

Pemkot Bontang melakukan penanganan banjir jangka pendek yakni dengan penurapan sungai secara masif. Pemkot Bontang melakukan penanganan banjir jangka pendek yakni dengan penurapan sungai secara masif.
Pemkot Bontang melakukan penanganan banjir jangka pendek yakni dengan penurapan sungai secara masif. Pemkot Bontang melakukan penanganan banjir jangka pendek yakni dengan penurapan sungai secara masif.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Penanganan banjir menjadi prioritas Pemerintah Kota Bontang. Beberapa tahun belakangan, kegiatan normalisasi dan penurapan sungai dilakukan secara masif.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan, hingga saat ini 10,587 kilometer sungai telah diturap.

Baca Juga: Genjot PAD, Pembangunan Laboratorium Lingkungan di Bontang Dikucur Rp 9,5 Miliar

“Angkanya mencapai 50,45 persen dari panjang akumulasi DAS (Daerah Aliran Sungai) Bontang dan Guntung yakni 20,985 kilometer. Data ini hingga akhir 2024,” kata Bowo, begitu dia disapa.

Ia juga menyebut persentase kapasitas tampungan yakni 75,11 persen. Peningkatan bangunan perkuatan tebing telah mencapai 0,31 kilometer. Kemudian pembangunan bangunan perkuatan tebing sepanjang 3,48 kilometer dan normalisasi sungai telah mencapai 15 kilometer.

Baca Juga: Wali Kota Neni Targetkan Rumah Sakit Taman Sehat Beroperasi Tahun Depan

“Upaya yang telah dilakukan ini tentu memiliki dampak positif. Titik banjir sudah mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya.

Meski demikian, penurapan dan perbaikan saluran drainase masih digelorakan oleh Dinas PUPRK. Tahun ini kegiatan tersebut ditopang  APBD Bontang dan Bankeu dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

Penurapan yang dijadwalkan tahun ini menyasar area Kanaan, Kampung Masdarling, Gunung Telihan, Satimpo, Api-Api, serta Tanjung Laut Indah.

“Jika ditambah pengerjaan tahun ini maka bisa menembus 60 persen untuk total sungai yang diturap. Artinya ada penambahan sekira 10 persen,” tutur dia.

Baca Juga: Alamak Tekor! Kontraktor Jembatan BBI Diprediksi Bayar Denda Rp 500 Juta meski Dapat Tambahan Hari

Sejumlah proyek penurapan tahun ini digunakan skema e-katalog. Tujuannya tahapan pengadaan bisa dilakukan secara cepat. Dinas PUPRK pun mengevaluasi ini berdasarkan kegiatan tahun lalu yang banyak penyelesaian pengerjaan molor. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#drainase #pemkot bontang #penurapan sungai