KALTIMPOST.ID, BONTANG - PT Laut Bontang Bersinar (LBB) memiliki beberapa masalah pasca pergantian pucuk pimpinan direksi. Dari Lien Sikin kepada Hariyadi. Keputusan itu keluar setelah dikeluarkannya surat penggantian direksi tertanggal 11 Maret lalu.
Dirut PT LBB yang baru Hariyadi mengatakan dalam terdekat pihaknya akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu. Kemudian melakukan pemetaan permasalahan yang ada di perusahaan. Berdasarkan aspek mana yang perlu dilakukan penyelesaian dalam waktu dekat.
“Pertama kami pastikan terkait dengan tunjangan hari raya (THR) dan tunggakan gaji karyawan,” kata Hariyadi.
Menurutnya penyaluran THR sesuai dengan amanat pemerintah paling lambat H-7 sebelum Idulfitri. Kemudian melakukan pelunasan tunggakan gaji karyawan. Ia berharap ke depannya tidak ada lagi masalah mengenai pendistribusian gaji yang terlambat.
“Maret ini harus kelar. Saya pun menggaransi untuk gaji dan THR tepat waktu,” ucapnya.
Selanjutnya terkait dengan pembayaran kontribusi tetap dan bagi hasil keuntungan juga ditargetkan masuk segera ke kas daerah. Namun demikian, Hariyadi akan meminta data terkait dengan jumlah pendapatan tiap bulannya dan beban perusahaan yang harus ditanggung.
“Intinya kontribusi ke kas daerah ini kami berikan, Itu bentuk tanggung jawab kami” tutur dia.
Terkait dengan permasalahan hukum yang dilakukan Polres Bontang, ia pun menilai tidak ada kapasitas. Namun saat diminta keterangan, direksi akan bersikap kooperatif. Disinggung mengenai apakah ada perombakan di susunan manajemen, ia menilai jika kursi itu dijabat oleh pihak yang tidak mampu di bidangnya maka bakal diganti.
“Jadi penggantian itu bukan berdasarkan suka atau tidak secara personal tetapi kinerja. Paling penting komitmen dan moral untuk membuat perusahaan ini berkembang. Penggantian akan melalui tahap job fit,” terangnya.
Sebelumnya, Hariyadi memiliki jabatan sebagai komisaris PT LBB. Untuk sementara posisi tersebut disandang oleh Dirut Perumda AUJ (induk perusahaan PT LBB) Abdu Rahman. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo