KALTIMPOST.ID, BONTANG- Penggantian posisi direktur utama di PT Laut Bontang Bersinar mendapatkan respon positif dari Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam. Putra dari Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni ini menyebut langkah penggantian merupakan solusi tepat.
“Apa yang dilakukan terkait dengan itu (penggantian dirut) merupakan upaya penyelamatan,” kata Andi Faiz.
Menurutnya konteks penyelamatan ini menyangkut sektor keuangan yang dimiliki pemkot. Belum lagi terkait dengan pemenuhan hak karyawan yang ada di unit Perumda AUJ tersebut. Mengingat beberapa waktu belakangan kondisi gaji karyawan yang tertunggak berulang kali terjadi.
“Ini termasuk penyelamatan secara hukum. Namanya perusahaan daerah itu aset daerah. Namanya aset daerah selalu punyai kaitan dengan anggaran yang terangkum di APBD. Karena ini selalu tercatat dalam kas daerah,” ucapnya.
Apalagi semenjak pendirian LBB belum menyetorkan pendapatan tetap dan bagi hasil keuntungan ke kas daerah. Politikus Partai Golkar ini menjelaskan pihaknya sebelumnya telah bertemu dengan Dirut Perumda AUJ Abdu Rahman. Ia pun membeberkan bahwasanya kejadian tertunggaknya gaji karyawan tidak bisa dibiarkan dan perlu pembenahan.
“Bahkan saya juga sudah bertemu dengan Lien Sikin. Saya kasih toleransi saat itu untuk tidak terulang kondisinya,” tutur dia.
Andi Faiz menilai LBB sejatinya memiliki potensi yang besar dalam mendongkrak PAD Bontang. Perusahaan ini juga bisa menjadi tulang punggung ke depannya bagi Kota Bontang. Mengingat Bontang merupakan kota industri dan jasa.
“Saya kala itu sampaikan LBB itu sebenarnya modal pulpen dan kertas. Mencatat barang masuk tetapi uangnya banyak. Namun mengapa sebelumnya gaji selalu menunggak,” terangnya.
Kepada karyawan PT LBB, ia juga berpesan untuk memberikan masukkan, gagasan, dan pemikiran untuk pengembangan perusahaan ini. Andi Faiz berharap PT LBB nantinya bisa menjadi perusahaan yang besar. Menjadi serapan bagi tenaga kerja dalam mengatasi masalah pengangguran dan berkontribusi bagi Kota Bontang.
Editor : Uways Alqadrie