Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kios UMKM di Terminal Bontang Masih Kosong, Butuh Pengadaan Pendingin Ruangan

Adhiel kundhara • Selasa, 25 Maret 2025 | 13:37 WIB
BELUM TERISI: Area dalam Gedung Terminal Bontang belum digunakan meski pembangunan telah selesai dan pengoperasionalan terminal mulai Desember lalu.
BELUM TERISI: Area dalam Gedung Terminal Bontang belum digunakan meski pembangunan telah selesai dan pengoperasionalan terminal mulai Desember lalu.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Bangunan gedung Terminal Bontang saat ini masih dalam uji coba. Pasca dibuka pada Desember lalu untuk operasionalnya. Namun demikian, bangunan dua lantai tersebut belum ditempati hingga kini.

Kepala Terminal Bontang Zainuddin mengatakan, saat ini masih membutuhkan sarana penunjang untuk pengoperasionalan bangunan terminal. “Meja rapat sudah ada. Tetapi untuk pendingin ruangan dan sarana lainnya belum dilengkapi,” kata Zainuddin.

Ia menuturkan untuk pengadaan sarana penunjang diajukan pada APBD Kaltim tahun ini melalui Dishub Kaltim. Tetapi realisasinya, ia belum bisa memastikan apakah diakomodasi atau tidak.

Termasuk ruang untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang terletak di samping pintu keberangkatan juga masih kosong. Rencananya area tersebut akan diisi oleh tujuh pedagang yang telah terdaftar.

“Mereka (pedagang) belum bisa masuk karena etalase untuk jualannya belum ada,” ucapnya.

Terkait dengan tarif sewa lapak akan disesuaikan dengan regulasi perda yang mengaturnya. Tak hanya itu pagar samping bangunan terminal juga masih setengah. Ia berharap adanya lanjutan pembangunan pagar terminal dalam waktu dekat.

“Terkait aspek keamanan juga masih memerlukan lanjutan pembangunan pagar,” tutur dia.

Diketahui, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan terminal tipe B di Jalan S Parman kala itu sebesar Rp 14,3 miliar. Bersumber dari APBD Provinsi Kaltim.
Adapun dalam pengerjaannya sempat mengalami beberapa kali keterlambatan, sehingga penyelesaian bangunan meleset dari target awal yakni akhir tahun 2023 lalu. (*)

Editor : Duito Susanto