Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Proyek Perbaikan Drainase dan Trotoar Jalan R Suprapto Bontang Sudah Tandan Tangan Kontrak, Ini Perusahaan yang Jadi Pemenang

Adhiel kundhara • Selasa, 15 April 2025 | 05:45 WIB
DIPERLEBAR: Parit di depan Rumah Sakit Amalia ini akan diperlebar sebagai upaya penanggulangan banjir di Bontang. (ADIEL KUNDHARA/KP)
DIPERLEBAR: Parit di depan Rumah Sakit Amalia ini akan diperlebar sebagai upaya penanggulangan banjir di Bontang. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang telah melakukan penandatangan kontrak terhadap perusahaan pemenang proyek perbaikan drainase dan trotoar di Jalan R Suprapto, Bontang.

Kepala Dinas PUPRK Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan tahapan tersebut telah berlangsung pada 10 April lalu. “Pemenangnya ialah PT Tirta Dharma Segah dari Tanjung Redeb, Berau,” kata Bowo.

Nantinya perusahaan tersebut diberi waktu pelaksanaan pengerjaan selama 265 hari setelah penandatangan kontrak. Dengan pagu anggaran pengerjaan mencapai Rp 23 miliar. Melalui bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Kaltim.

Ia memastikan tidak ada perubahan titik lokasi pengerjaan untuk proyek tersebut. Nantinya akan menyasar parit di depan Rumah Sakit Amalia hingga Denarhanud Rudal 002. Di tambah sisi seberang yang berada di sekitar BPD Kaltimtara. “Panjang parit mencapai 2,4 kilometer,” ucapnya.

Bowo meminta maaf kepada masyarakat selama pengerjaan berlangsung. Karena akan sedikit mengganggu aktivitas warga di lokasi tersebut. Dukungan pun juga perlu dari kalangan masyarakat untuk menyukseskan kegiatan ini.

“Karena ini selain untuk mempercantik kota, utamanya trotoar, juga dalam rangka penanggulangan banjir. Khususnya untuk pelebaran drainase,” tutur dia.

Diketahui lebar parit akan menjadi 1 meter. Menurutnya pengerjaan itu seharusnya dilakukan tahun lalu. Tetapi Dinas PUPRK Bontang mengalihkannya ke Jalan Suryanata.

Pasalnya jika dipaksakan dengan volume parit di Jalan Suryanata sebelumnya tidak mampu menampung debit air buangan. Nominal itu merupakan paling besar dari pengerjaan drainase sebelumnya. (rd)

Editor : Romdani.
#Banjir Bontang #penajam paser utara #titiek puspa #Kota Bontang #kasus garuda indonesia