Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

DPMPTSP Bontang Siap Kaji Industri Pengalengan Ikan untuk dukung Hiliriasasi Sektor Perikanan

Akbar Sopianto • Selasa, 22 April 2025 | 10:35 WIB
PERIKANAN LAUT: Terjadi peningkatan produksi perikanan tangkap khususnya perikanan laut. Daru 122.999 ton pada 2020 menjadi 152.572 ton pada 2023.
PERIKANAN LAUT: Terjadi peningkatan produksi perikanan tangkap khususnya perikanan laut. Daru 122.999 ton pada 2020 menjadi 152.572 ton pada 2023.

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mendukung langkah hilirisasi sektor perikanan. Salah satu sektor yang kini dikaji secara mendalam adalah industri manufaktur pengalengan ikan, khususnya untuk komoditas andalan seperti cakalang, tongkol, dan tuna.

Melalui kajian penyusunan pemetaan potensi dan peluang investasi Bontang oleh DPMPTSP Kaltim pada 2024 menggunakan pendekatan SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats). Pendekatan tersebut mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat menjadi penentu keberhasilan maupun kendala dalam pengembangan industri ini.

Kepala DPMPTSP Bontang Muhammad Aspiannur mengatakan, daerahnya memiliki ketersediaan bahan baku melimpah dari hasil tangkapan nelayan lokal. Sarana dan prasarana pendukung, termasuk lahan untuk kawasan industri, menjadi modal penting. “Selain itu, dari sisi sosial, pengembangan industri ini berpotensi besar menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan roda ekonomi kawasan pesisir,” ungkapnya.

Namun demikian, kajian juga mengungkap sejumlah tantangan internal. Salah satunya adalah ketergantungan pada bahan baku impor, seperti tinplate, yang membuat biaya produksi meningkat akibat bea masuk. “Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik, dan air masih membutuhkan perhatian serius untuk menunjang aktivitas manufaktur secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Aspiannur menilai, hasil kajian ini menjadi dasar dalam menyusun strategi pengembangan industri berbasis kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. "Hilirisasi bukan sekadar memproduksi, juga menciptakan ekosistem industri yang efisien, inklusif, dan ramah lingkungan. Kami membuka ruang kolaborasi dengan investor, akademisi, dan masyarakat lokal," terangnya.

Sebelumnya, data BPS Kecamatan Bontang Selatan mencatat peningkatan produksi perikanan budidaya laut pada tahun 2021 sebesar 2.638 ton dibandingkan produksi perikanan budidaya laut pada tahun 2020 yang mencapai angka 2.474 ton.

Kota Bontang memiliki wilayah laut yang luas, menjadikannya sumber daya alam yang kaya untuk sektor perikanan. Salah satu peluang besar yang dapat dikembangkan industri pengalengan ikan juga memiliki prospek jangka panjang untuk menopang ekonomi daerah.

Selain itu, budidaya rumput laut, yang berpotensi menghasilkan karagenan untuk industri farmasi dan kosmetik. Apalagi, kawasan Bontang Lestari yang nantinya akan memiliki pelabuhan laut menjadi lokasi strategis untuk pengolahan hasil laut. “Dengan pendekatan yang matang dan kolaboratif, hilirisasi industri pengalengan ikan di Bontang berpotensi menjadi model pengembangan kawasan pesisir berbasis sumber daya alam berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Aspiannur.

Editor : Rendy Fauzan