BONTANG – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Rabu (14/5/2025) pagi menyebabkan luapan saluran drainase di Kelurahan Gunung Telihan, Bontang. Akibatnya, empat rukun tetangga (RT) terdampak genangan air, yakni RT 23, 25, 27, dan 29.
Lurah Gunung Telihan, Mochammad Cholid Hanafi, mengatakan bahwa genangan terjadi karena saluran drainase dari arah Kampung Gotong Royong tidak mampu menampung debit air.
“Air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 05.30 Wita. Di RT 23, ketinggian air bahkan mencapai betis orang dewasa,” jelas Cholid.
Ia menambahkan, kondisi wilayah yang lebih rendah dibandingkan daerah sekitarnya menyebabkan air sulit surut. Selain itu, saluran drainase yang belum dilebarkan, serta adanya sedimentasi dan tumpukan sampah, memperparah situasi.
“Wilayah ini memang langganan genangan. Kita sudah koordinasi dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM) untuk penyaluran bantuan,” ujarnya.
Sebanyak 35 kepala keluarga atau sekitar 96 jiwa dilaporkan terdampak. Pemerintah kelurahan bersama pihak kepolisian telah menyalurkan 40 paket bantuan logistik yang berisi beras, mi instan, teh, minyak goreng, dan biskuit wafer.
Sementara itu, warga RT 29, Antonius Andiang, meminta Pemkot Bontang segera melakukan pelebaran saluran air. Menurutnya, normalisasi dan pemasangan pintu air yang telah dilakukan sebelumnya belum menyelesaikan masalah.
“Ada dua saluran—satu besar dan satu kecil—namun terjadi penyempitan di titik temu. Itu sebabnya air lama surut. Solusinya, saluran harus dilebarkan,” tegasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan