Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lewat Posyandu, Bontang Lestari Terus Menekan Angka Stunting dengan Menjemput Bola

Adhiel kundhara • Senin, 26 Mei 2025 | 19:32 WIB
SERIUS: Kelurahan Bontang Lestari melalui posyandu terus melakukan kegiatan jemput bola di setiap kegiatan penimbangan sebulan sekali. (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)
SERIUS: Kelurahan Bontang Lestari melalui posyandu terus melakukan kegiatan jemput bola di setiap kegiatan penimbangan sebulan sekali. (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID-Inovasi terus dilakukan oleh posyandu di Kelurahan Bontang Lestari, Bontang.

Salah satunya dengan melakukan penjemputan bola untuk kegiatan penimbangan tiap bulannya. Khususnya bagi balita yang tidak sempat dibawa ke posyandu.

Lurah Bontang Lestari Muhammad Akbar Aditya menuturkan, langkah itu untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan anak. Tujuannya bisa mengetahui progres terkait balita yang masuk kategori stunting.

“Kader posyandu tetap melakukan sweeping untuk anak yang belum bisa datang ke posyandu tiap bulannya,” kata Aditya.

Ia mengapresiasi kinerja dari kader posyandu. Selama ini para kader turun lapangan langsung.

Demi menekan angka stunting di Bontang Lestari. Total terdapat 10 posyandu di wilayah Bontang Lestari. Dua di antaranya berada di wilayah pesisir yakni Tihi-Tihi dan Selangan.

Menurutnya, penanganan stunting itu tidak bisa setengah-setengah. Peran orangtua sangat vital untuk membawa buah hatinya ke posyandu. Selama ini untuk balita stunting diberi makanan tambahan dari puskesmas.

“Bahkan beberapa perusahaan juga turut terlibat dalam penanganan program ini melalui dana CSR-nya. Terakhir ada pemberian vitamin dan makanan tambahan dari salah satu perusahaan tambang,” ucapnya.

Khusus untuk seluruh balita juga diberi makanan tambahan yang dianggarkan oleh kelurahan. Wujudnya yakni PMT penyuluhan. Penyaluran itu diberikan tiap bulan saat kegiatan penimbangan di posyandu.

“Bagi masyarakat yang mempunyai balita untuk tiap bulan dibawa ke posyandu. Supaya perkembangannya bisa terus dipantau,” tutur dia.

Berdasarkan hasil rekapan Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, jumlah balita di Bontang Lestari mencapai 559 anak. Balita yang berkategori pendek yakni 147 anak.

Diskes Bontang juga mencatat balita di Bontang Lestari yang pendek dan berat badan kurang mencapai 62 anak.

Dua indikator tersebut jika ditambahkan dengan gizi kurang menjadi 26. Jumlah itu merupakan yang terbanyak dibandingkan kelurahan lainnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #Anak Stunting Meninggal #Kota Bontang #berita viral #Kutai Barat