BONTANG - Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris memberikan pernyataan terkait dengan konsep bangunan di RSUD Taman Husada. Sehubungan dengan pemakaian material Alumunium Composite Panel (ACP) yang menutupi bagian dinding bangunan.
“Seharusnya ada titik yang berbentuk kotak bisa dibuka-tutup dari ACP tersebut. Fungsinya jika ada kondisi kegawatdaruratan bisa lewat titik itu,” kata pejabat yang akrab disapa AH.
Titik tersebut memiliki jarak dengan lainnya. Meski ACP bisa dibuka, tetapi ketika ditutup tidak menghilangkan aspek estetika bangunan. Ia pun pernah memberikan masukan sebelum proses pengerjaan tersebut.
“Jika ada evakuasi lebih mudah ketika ada beberapa titik yang bisa dibuka,” ucapnya.
Diketahui, penggunaan ACP di gedung RSUD Taman Husada dikeluhkan. ACP dinilai membuat gedung menjadi minim sirkulasi udara dan pencahayaan. Lebih dari itu, ACP yang berlebihan bisa mengurangi tingkat keamanan. Seperti di gedung utama RSUD Taman Husada yang hampir semua sisinya dipasangi ACP.
“Semoga tidak ada bencana, tapi tetap harus dipikirkan mitigasinya. Jendela yang bisa jadi jalan keluar darurat tidak bisa digunakan karena tertutup ACP,” kata salah satu keluarga pasien.
Menanggapi itu, Wakil Direktur bidang Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Taman Husada, Vicky Rizki Riadis, mengatakan penggunaan ACP sudah melalui perencanaan dan kajian sebelum dilakukannya renovasi terhadap gedung.
Kemudian dalam setiap ruangan yang ada di RSUD Taman Husada turut dilengkapi dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) serta pipa hidran.
“Tidak perlu khawatir, kalau evakuasi dari jendela juga tidak direkomendasikan lagi. Makanya ada jalur evakuasi dan APAR di setiap ruangan. Petugas kami juga diwajibkan bisa menggunakannya,” ujar Vicky.
Kata dia, dipilihnya penggunaan ACP, selain untuk mempercantik tampilan gedung RSUD Taman Husada. Tujuan utamanya adalah untuk memangkas biaya perawatan pengecatan gedung.
Di mana dalam satu kali pengecatan bisa menelan biaya hingga Rp4 miliar. Kemudian dari sisi ketahanan pengecatan gedung hanya mampu bertahan sekitar tiga tahun.
Sebagai informasi anggaran untuk pemasangan ACP pada tahun lalu mencapai Rp9,5 miliar. Sementara untuk tahun ini konon dianggarkan Rp5 miliar pada kegiatan serupa.
Editor : Muhammad Ridhuan