BONTANG - Pemkot Bontang sudah melakukan pencairan untuk insentif penggiat agama. Namun terdapat satu sasaran yang belum dilakukan hingga kini yakni guru sekolah minggu. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan sejatinya uang untuk insentif dari kas daerah sudah dimasukkan kepada pihak bank.
“Namun pihak bank belum bisa distribusikan karena ada beberapa rekening yang tidak aktif,” kata pejabat yang akrab disapa AH ini.
Menurutnya proses pencairan dilakukan secara kolektif. Jika terdapat satu rekening yang tidak aktif maka pendistribusian tidak bisa dilakukan. Hal ini berdasarkan hasil koordinasi dengan Bagian Kesra Setkot Bontang.
“Bagian Kesra Setkot sudah menghubungi guru sekolah minggu. Kami minta cepat diaktifkan,” ucapnya.
Sistem ini sama dengan insentif yang diberikan kepada guru swasta. Padahal penyetoran uang ke bank sudah dilakukan pekan lalu. AH meminta keaktifan dan kedisiplinan dari pihak guru sekolah minggu.
“Harus ada kebersamaan. Termasuk dalam penyiapan dokumen yang dibutuhkan. Karena itu menjadi dasar pemeriksaan akhir tahun oleh BPK,” tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, insentif guru sekolah minggu belum diperoleh sejak Januari. Berdasarkan nominal sebelumnya tiap orang memperoleh Rp300 ribu per bulannya. Nantinya pencairan itu akan masih mengacu nominal lama.
Mengingat peningkatan insentif penggiat agama akan diusulkan perubahan pada pembahasan APBD Perubahan. Ia menyebut kemungkinan pembahasan akan rampung pada Agustus mendatang.
“Setelah pembahasan APBD perubahan baru mengalami peningkatan. Sesuai dengan janji kepala daerah terpilih,” terangnya.
Sebelumnya Neni Moerniaeni dan Agus Haris menjanjikan untuk insentif penggiat agama menjadi Rp2 juta. Mulai dari guru mengaji, imam masjid, marbot, mubalig, pendeta, pastor, guru sekolah minggu, biksu, hingga pandita. Ketentuannya proses peningkatan dilakukan secara berkala menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
Editor : Muhammad Ridhuan