BONTANG - Jalur mutasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA menjadi incaran pendaftar. Praktis dua sekolah kuotanya telah terpenuhi di detik akhir pendaftaran. Dua sekolah itu yakni SMA 1 dan 3.
Namun terdapat hal yang aneh. Pasalnya calon siswa baru tersebut pada jenjang pendidikan sebelumnya menempuh di sekolah Bontang.
Kondisi ini terjadi di SMA 1. Awak Kaltim Post menemukan dua pendaftar yang situasinya demikian. Berdomisili di Bontang. Bahkan tercatat menempuh pendidikan SMP di dalam kota. Calon murid baru pertama berdomisili di Kelurahan Api-Api. Sementara sekolah sebelumnya di SMP 1.
Pendaftar berikutnya tinggal di Kelurahan Berebas Tengah. Bahkan asal sekolah juga di SMP dalam kota. Itu yang tertera dalam aplikasi. Ketua SPMB SMA 1 Nurdin mengatakan keduanya mendaftar di jalur mutasi karena perpindahan tugas orangtua.
“Salah satu itu ada yang orangtuanya sebelumnya kerja di Palangkaraya. Tetapi pindah ke Bontang kurun dalam satu tahun,” kata Nurdin.
Saat kelas akhir pelajar tersebut masuk di salah satu SMP negeri di Bontang. Ia menjelaskan durasi maksimal untuk perpindahan tugas itu ialah satu tahun. Terhitung dalam surat penugasan yang dikeluarkan oleh perusahaan maupun instansi.
“Jadi jalur mutasi ini mengakomodasi anak guru dan tenaga kependidikan yang orangtuanya bertugas di sekolah pilihan, pindah tugas orangtua, serta mengakomodasi calon siswa dari perbatasan,” ucapnya.
Seperti SMA 1 juga menampung calon siswa yang berdomisili di Desa Sukarahmat hingga jalan poros Bontang-Samarinda.
Editor : Muhammad Ridhuan