Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bapopsi Sebut Polemik Hibah Berdampak TC Atlet untuk Popda

Adhiel kundhara • Rabu, 25 Juni 2025 | 12:30 WIB

MENUNGGU: Anggaran pemusatan latihan untuk atlet Popda Bontang menanti legal opinion dari kepolisian dan kejaksaan sehubungan dana hibah.
MENUNGGU: Anggaran pemusatan latihan untuk atlet Popda Bontang menanti legal opinion dari kepolisian dan kejaksaan sehubungan dana hibah.
KALTIMPOST.ID, Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Bontang juga terkena imbas dalam polemik penyaluran hibah pembinaan untuk organisasi keolahragaan.

Pasalnya anggaran senilai Rp1 miliar tersebut sudah memiliki pos untuk persiapan atlet jelang keikutsertaan di Popda, Oktober mendatang.

Ketua Harian Bapopsi Bontang Lugito Budi mengatakan nominal tersebut seyogyanya digunakan untuk pemusatan latihan atau training center (TC). Ditambah dengan pembelian perlengkapan latihan maupun bertanding.

“Jadi selain TC, anggaran hibah itu untuk pengadaan perlengkapan latihan seperti bola dan sebagainya. Termasuk untuk seragam kontingen yang berangkat,” kata Lugito.

Sementara untuk keberangkatan atlet dan official sudah ada pos anggaran tersendiri dari Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekraf (Dispoparekraf). Menurutnya jika gagal mendapatkan kucuran dana hibah, maka pelaksanaan TC dilakukan secara mandiri.

Namun, Bapopsi berharap dalam waktu dekat keluar legal opinion dari kepolisian maupun kejaksaan. Tujuannya jika mendapatkan restu pencairan hibah langsung bisa menggeber TC.

“Kalau didapatkan maka bisa berjalan sesuai rencana. Seharusnya TC itu mulai Juni. Durasinya selama empat bulan,” ucapnya.

Nantinya cabor yang dipertandingkan pada Popda yakni 14. Kontingen Bontang berkekuatan 268 atlet. Pada 2022 lalu saat Popda di Paser, Bontang menempati urutan keenam dengan capaian 12 medali emas, 14 medali perak, dan 32 medali perunggu.

Tahun ini, Kontingen Bontang menargetkan masuk lima besar. Dengan target perolehan emas 16 medali. Atlet sudah dilakukan seleksi sejak akhir tahun lalu. Seluruh atlet ditangani langsung oleh pengurus cabor. Kecuali cabor beregu Dimana atlet dititipkan pada klub.

“Sesuai ketentuan atlet yang bisa turun lapangan ialah kelahiran 2008 atau saat ini maksimal menempati bangku pendidikan kelas XII,” pungkasnya. (*)

Editor : Almasrifah
#bontang #Popda #penyaluran hibah #BAPOPSI