KALTIMPOST.ID, BONTANG-Perjalanan Putri Nur Azizah menjadi Paskibraka berawal dari pendaftaran melalui daring bersama 5 orang temannya. Di awal dia hanya mendaftar untuk pasukan pengibar di tingkat provinsi. Namun, dia justru berhasil lolos hingga tingkat nasional walaupun harus melalui seleksi yang ketat.
"Saya masuk urutan ketiga terbaik di provinsi saat seleksi," ungkap Putri. Putri pasangan Silam Jata dan Sumiati ini semula tak tertarik dengan pasukan pengibar bendera, tetapi dorongan senior di organisasi Pramuka akhirnya membuatnya terpanggil.
"Seleksi dulu di Provinsi Kaltim. Alhamdulillah saya masuk. Terus ikut tingkat nasional ternyata juga lolos. Awalnya kaget, haru juga, jadi satu-satunya warga Bontang yang ke nasional," ucap Putri. Dia menerangkan, rangkaian tes panjang yang harus dilalui sebelum terpilih. Mula-mula ia harus memeriksakan kesehatan. Kemudian, dilanjutkan tes inteligensi umum, wawasan kebangsaan, peraturan baris berbaris, hingga tes kepribadian.
Usai namanya masuk ke tingkat nasional Putri berangkat ke Jakarta untuk ikut wawancara. Dengan pertanyaan singkat, panitia seleksi mengumumkan dirinya terpilih dan bersiap mengikuti latihan di pertengahan Juli 2025 ini.
Baca Juga: Sosok Putri Nur Azizah, Paskibraka Nasional Asal Bontang, Sekolahnya Beri Hadiah Ini...
Perempuan yang memiliki tinggi 165 sentimeter ini bersiap untuk masuk menjadi pasukan inti di 8 pengibar bendera. Syukur-syukur bisa menjadi pembawa baki yang banyak didambakan teman sebayanya. "Saya tes di Jakarta mulai 25-29 Juni 2025 lalu. Di Nasional tidak lagi tes fisik hanya wawancara," ujarnya.
Di awal, tim pansel sudah me-warning peserta yang memiliki 3 impaksi gigi. Impaksi merupakan kondisi di mana gigi terjebak di dalam gusi sehingga pertumbuhannya tidak sempurna. Sedangkan di tingkatan nasional maksimal peserta seleksi yang lolos hanya memiliki 2 inpaksi. Sempat hendak menghilangkan 1 impaksi dengan berobat ke RSUD. Namun dengan keterbatasan alat operasi itu, urung dilakukan di detik-detik terakhir keberangkatan.
Keberuntungan rupanya masih berpihak ke Putri. Meski dengan keterbatasan itu Putri rupanya tetap mendapatkan tiket lolos menjadi Paskibraka dengan hasil koordinasi dan surat dokter. "Sudah sempat undur diri bahkan saya. Minta di ganti saja dari pada sia-sia. Tapi kata senior jalan aja terus. Alhamdulillah hasilnya memuaskan," sambungnya.
Menjadi Paskibraka butuh banyak pengorbanan. Selama sebulan lebih Putri harus meninggalkan bangku sekolah. Beruntung pihak sekolah memberikan dispensasi. "Pihak sekolah support alhamdulillah. Tinggal saya saja yang persiapkan fisik dan mental," ucalnya.
Untuk tes ke Jakarta kemarin Putri berhasil berangkat dari hasil urunan para seniornya. Walaupun sempat minder, namun dorongan dan dukungan dari senior dan teman-temannya membuatnya teguh. Di samping itu, bergabung dengan Paskibraka juga menguatkan untuk menggapai cita-cita sebagai Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). "Semoga cita-cita saya bisa terwujud. Dari Paskibraka kan juga akan dilatih menjadi pribadi yang disiplin dan cinta tanah air," ungkapnya. (*)
Editor : Muhammad Rizki