Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang Syahruddin mengatakan realisasi yang baru masuk kas daerah senilai Rp9.689.999.365. Padahal target yang dipatok ialah Rp35.511.300.000 di tahun ini,
“Memang masih di bawah target untuk capaian triwulan kedua yakni 40 persen dari besaran yang ditetapkan,” kata Syahruddin.
Sejatinya Pemprov Kaltim memberikan stimulus terkait pemutihan denda PKB yang tertunggak. Namun menurut Syahruddin sepertinya kebijakan ini tidak berpengaruh signifikan.
“tidak berdampak besar terhadap animo masyarakat untuk melakukan pembayaran. Ini juga dipertanyakan oleh instansi terkait,” ucapnya.
Secara keseluruhan di wilayah Kaltim nilai pajak yang dibayar pemilik kendaraan sebenarnya mengalami penurunan. Di beberapa daerah mengalami kenaikan, justru di Kaltim berbeda.
“Padahal sudah diturunkan dan diberi stimulus juga untuk tunggakan, tetapi tidak signifikan,” tutur dia.
Besaran target ini diambil dari data yang dimiliki oleh Bapenda Kaltim. Mengacu realisasi tahun sebelumnya. Jika dulu sistem yang dipakai ialah bagi hasil pajak. Sebenarnya nominal yang didapatkan Bontang lebih besar bila memakai opsi tersebut. Karena tidak melihat sumber penerimaannya.
Kondisi berbeda justru capaian opsen bea balik nama kendaraan bermotor telah tembus 43,46 persen. Realisasinya di angka Rp10.411.265.546 dari target Rp23.953.380.000.
“Lebih banyak transasksi jual-belinya. Dinamika di media sosial terkait kepatuhan membayar PKB banyak informasi negatif. Ini menjadi pekerjaan rumah untuk evaluasi,” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie