BONTANG - Penertiban lapak pedagang di tiga ruas jalan sekitar Pasar Taman Rawa Indah telah dilaksanakan tim gabungan Kota Bontang, Rabu (20/8/2025). Pedagang telur Mama Anjas memprotes kegiatan tersebut. Utamanya saat petugas mendatangi lapaknya untuk melakukan pembongkaran dan pemindahan barang dagangan.
Ia menyorot dengan rencana Pemkot membuat car free night (CFN). Menurutnya penempatan tenan juga menggunakan badan jalan dan trotoar. “CFN bisa kalian buat. Itu juga jualan di trotoar,” keluh Mama Anjas dengan nada tinggi.
Bahkan perempuan ini juga menyorot beberapa daerah lain di sekitar pasar yang masih bisa terdapat toko sayur maupun sembako. Sementara pedagang lain Kurniawati mengaku imbas pencopotan terpal bisa berimbas pada kondisi sayur yang dijual. “Ini bisa tidak laku karena langsung kena panas matahari,” ucapnya.
Ia mengaku pendapatan dalam sehari berjualan di lapak KS Tubun tembus Rp 500 ribu. Namun lapak yang ditempati itu bukan miliknya. Melainkan harus sewa ke pemiliknya. Terkait nominal sewanya ia enggan menyebutkannya.
“Sudah berjualan di lokasi ini selama tujuh tahun. Saya berjualan di sini karena memang tidak dapat lapak di dalam pasar,” tutur dia.
Adapun pedagang lainnya yang enggan menyebutkan namanya melihat pasca penertiban ini perlu ada pengawasan. Supaya tidak ada pedagang yang memajukan kembali barang dagangannya. Karena jika tanpa pengawasan mungkin dalam waktu dekat kondisi demikian terulang.
“Ini karena tidak ada yang mengawasi. Ketika satu maju maka yang lainnya melihat dan ikut,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki