Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Wawali Bontang Minta Oknum Guru SD yang Diduga Konflik dengan Siswa Tes Kejiwaan

Adhiel kundhara • Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:55 WIB
Agus Haris
Agus Haris

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, menegaskan sikap tegas terkait dugaan konflik yang melibatkan oknum guru di SD di dan Bontang Selatan dengan siswa. Agus Haris meminta agar guru tersebut segera diperiksa kondisi kejiwaannya.

Bahkan jika terbukti melakukan tindakan yang merugikan fisik maupun psikologis siswa, guru itu harus dikeluarkan dari sekolah.

“Jangan siswanya yang keluar tetapi gurunya yang harus keluar. Apalagi mau mengeluarkan siswa itu bukan guru namanya tetapi preman,” kata pejabat yang akrab disapa AH.

BRIBaca Juga: Dalang Besar di Balik Pembunuhan dan Penculikan Kacab BRI: Polisi Ungkap Alur Perintah dari F ke Eksekutor Ilham Pradipta

Ia menekankan bahwa sekolah adalah laboratorium untuk mencetak generasi pemimpin bangsa. Oleh karena itu, peran guru sangat krusial dalam mendidik dan menjaga mentalitas anak-anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Guru harus menjadi penerang, transfer ilmu, dan tetap berhati dingin dalam membina murid. Tidak boleh ada guru yang menyakiti fisik maupun psikis anak-anak. Apalagi mereka yang masih di bawah umur,” ucapnya,.

Jika ada guru yang gagal mengendalikan emosinya hingga melakukan kekerasan, maka kepala dinas pendidikan wajib mengambil tindakan tegas. Termasuk pemeriksaan psikologis terhadap guru yang bersangkutan.

“Kalau sudah terlanjur terjadi, guru wajib mendatangi orang tua murid untuk meminta maaf,” tegasnya.

Wakil Wali Kota juga mengutuk keras tindakan guru yang menyakiti siswa dan meminta agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menegaskan pentingnya perlindungan bagi siswa dalam proses pendidikan di semua jenjang, dari PAUD hingga SMA.

“Anak-anak sekolah adalah tanggung jawab bersama, baik orang tua maupun guru. Tidak boleh ada alasan untuk menyakiti mereka,” pungkas Agus Haris.

Sebelumnya, Salah satu orangtua murid di Bontang Selatan terkejut ketika mendapat anaknya menangis saat pulang sekolah.

Tangisan anaknya membuatnya heran pasalnya diduga sebelumnya mendapat pukulan dari salah satu guru di sekolah tersebut. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (21/8/2025) sekira 10.00 Wita.

“Anak saya dipukul di bagian dada,” kata salah satu orangtua tersebut.

Tak lama berselang, guru tersebut melintas. Tetapi sang guru justru membantah melakukan pukulan. Bahkan memarahi orangtua tersebut. “Niatan saya awalnya menanyakan baik-baik, tetapi dimarahi,” ucapnya.

Sehari berselang kondisinya kian runyam. Mengingat orangtua tersebut dikeluarkan dari grup sosial media paguyuban kelas. Bahkan anaknya dikeluarkan dari kelas tersebut. Orangtua ini langsung menyambangi sekolah untuk meminta penjelasan.

Kemudian, dipertemukan dengan pengawas sekolah yang memfasilitasi proses mediasi. Tetapi sayangnya guru tersebut justru tidak datang. Hasil pertemuan, memutuskan murid itu tidak boleh masuk sekolah dengan dalil untuk menenangkan diri.

“Tepat seminggu ini di rumah saja. Belum ada informasi kapan bisa masuk sekolah,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Wakil Wali Kota Bontang #Konflik Murid dan Guru #SD 003 Bontang Selatan