KALTIMPOST.ID, BONTANG- Kebutuhan akan air bawah tanah sangat dibutuhkan warga Bontang. Oleh sebab itu, Perumda Tirta Taman mengajukan tambahan dua sumur di tahun depan kepada Pemprov Kaltim.
Dirut Perumda Tirta Taman Suramin megatakan ssulan ini merupakan tindak lanjut dari rencana pengembangan yang sempat tertunda akibat efisiensi anggaran pada tahun ini.
"Sejak akhir tahun lalu sudah diajukan namun karena efisiensi, pelaksanaannya ditunda. Kita tetap usulkan melalui APBD Kaltim," kata Suramin.
Dua unit sumur yang diusulkan akan berlokasi di Guntung dan Bontang Lestari. Untuk Guntung, lokasi sumur direncanakan berada di dekat instalasi pengolahan limbah (IPAL), yang merupakan lahan milik Pemerintah Kota.
Sementara di Bontang Lestari, sumur akan ditempatkan di kawasan taman kota, tepatnya di sekitar Kelurahan Bontang Lestari. "Kapasitas masing-masing sumur diperkirakan sekitar 20 hingga 25 liter per detik," ucapnya.
Penambahan ini penting sebagai cadangan (backup) layanan, agar distribusi air tetap optimal jika terjadi gangguan. Saat ini, wilayah Guntung sudah memiliki dua sumur aktif dengan kapasitas masing-masing 20 liter per detik.
Adapun wilayah Bontang Lestari, sudah terdapat tiga sumur dengan kapasitas bervariasi antara 20 hingga 25 liter per detik. Penambahan sumur baru akan menjadikan total sumur di Bontang Lestari menjadi empat unit.
Suramin juga menegaskan bahwa pertumbuhan penduduk dan rencana pengembangan kawasan industri di wilayah selatan menjadi faktor penting dalam usulan ini.
"Pertumbuhan permukiman dan rencana kawasan industri tentu berdampak langsung pada kebutuhan air bersih. Kita harus antisipasi dengan menyesuaikan kapasitas infrastruktur," tutur dia.
Ia menambahkan bahwa perencanaan teknis, termasuk Detail Engineering Design (DED) dan perizinan, sudah selesai dan telah diajukan ke pemerintah provinsi. Kini pihaknya tinggal menunggu proses penganggaran dan pelaksanaan fisik.
“Insyaallah tinggal pelaksanaan fisik. Perencanaannya sudah siap semua,” terangnya.
Dengan penambahan ini, Perumda Tirta Taman berharap bisa menjaga kualitas pelayanan air bersih sekaligus mengantisipasi lonjakan kebutuhan air di masa mendatang. Termasuk dalam menjawab aspek pelayanan maksimal dalam hal kualitas, kuantitas, dan kontinuitas distribusi air bersih. (*)
Editor : Ismet Rifani