KALTIMPOST.ID, Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang mencatat ada kenaikan kasus kematian demam bedarah dengue (DBD) dibandingkan tahun lalu. Penanggung Jawab DBD Diskes Bontan Siti Rahimah mengatakan pada 2024 kasus kematian DBD hanya satu. Lokasinya yakni di Kelurahan Gunung Telihan.
“Itu terjadi pada Januari 2024 lalu. Kalau tahun ini sudah ada dua kasus kematian akibat DBD,” kata Imah. Meskipun demikian kasus positif DBD trennya mengalami penurunan. Pada tahun lalu kasus positif DBD tercatat 551. Bahkan dari Januari hingga Agustus tahun lalu angkanya mencapai 405.
Baca Juga: Kelurahan Kanaan Koordinasi dengan Puskesmas Bontang Barat untuk Fogging, Cegah DBD
“Kalau kasus terkonfirmasi positif DBD dari Januari hingga pertengahan September ini baru 153,” ucapnya. Dari 153 kasus itu, jumlah terbanyak menyasar Kelurahan Berebas Tengah dengan 20 penderita. Disusul Berbas Pantai 19, Loktuan 17, Api-Api 13, Tanjung Laut Indah 12 kasus. Kemudian Kelurahan Gunung Telihan, Tanjung Laut, dan Bontang Kuala masing-masing 11 kasus.
Di bawahnya Bontang Baru 10, Bontang Lestari 8, Gunung Elai 7, dan Belimbing 5. “Paling sedikit yakni Kanaan dan Satimpo. Masing-masing tiga kasus,” tutur dia. Adapun dua kasus kematian tercatat di Kelurahan Kanaan dan Loktuan. Berdasarkan angka tersebut case fatalty rate (CFR) DBD yakni 1,31 persen. CFR merupakan persentase angka kematian akibat DBD.
Rumus perhitungannya adalah jumlah kematian DBD dalam periode waktu tertentu dibagi jumlah penderita pada waktu yang sama dan dikalikan 100 persen. Diskes berharap warga bisa menjaga kebersihan lingkungan terkait peningkatan kasus kematian DBD. “Utamanya dalam tetap melaksanakannya gerakan 3M plus,” pungkasnya. (*)
Editor : Muhammad Rizki